- Xiaomi diprediksi menaikkan harga seri 18 secara signifikan di pasar China guna memperkuat posisi di segmen ultra-premium.
- Peningkatan biaya produksi disebabkan oleh penggunaan chipset canggih untuk fitur AI, teknologi RAM terbaru, serta spesifikasi hardware tinggi.
- Strategi ini menandai pergeseran citra Xiaomi dari ponsel kelas terjangkau menjadi pesaing utama bagi produk premium global lainnya.
Selain itu, Xiaomi juga diperkirakan akan menggunakan RAM LPDDR6, teknologi memori generasi terbaru yang masih mahal.
![Bocoran kenaikan harga Xiaomi 18. [XiaomiTime]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/57257-bocoran-kenaikan-harga-xiaomi-18.jpg)
Tak hanya chipset, sejumlah fitur premium juga diprediksi ikut mendorong harga naik, seperti kamera utama 200MP dengan teknologi lensa magnetic, baterai besar sekitar 7.000mAh, dan peningkatan performa AI dan fotografi.
Kombinasi ini membuat Xiaomi 18 Ultra diposisikan sebagai flagship kelas atas yang bersaing langsung dengan perangkat premium global.
Peluncuran Global Bisa Lebih Mahal
Perlu dicatat, harga tersebut merupakan estimasi untuk pasar China. Saat dirilis secara global, harga kemungkinan akan lebih tinggi karena faktor pajak, distribusi, dan lokalisasi.
Selain itu, ada indikasi bahwa varian Pro mungkin tidak tersedia secara global, sehingga pengguna di luar China harus memilih varian lain atau melakukan impor.
Dengan strategi harga baru ini, Xiaomi tampaknya ingin memperkuat posisinya di segmen premium, bersaing langsung dengan Apple dan Samsung.
Jika benar terealisasi, Xiaomi 18 Series bisa menjadi titik balik penting, dari brand “value for money” menjadi pemain utama di pasar flagship ultra-premium.