Facebook juga aktif di latar belakang untuk memperbarui feed dan pesan, bahkan saat tidak dibuka. Konsumsi baterainya bisa mencapai 10–15% per hari tanpa disadari.
Anda bisa mengurangi dampaknya dengan menonaktifkan notifikasi yang tidak penting atau menggunakan versi lite yang lebih ringan.
4. Google Maps
Navigasi berbasis GPS seperti Google Maps memang sangat membantu, tetapi juga menjadi salah satu penyebab baterai cepat habis. Aplikasi ini menggunakan GPS, koneksi internet, dan layar secara bersamaan.
Saat digunakan untuk perjalanan panjang, konsumsi baterai bisa mencapai 20% hanya dalam 1–2 jam. Hal ini terjadi karena GPS terus aktif untuk melacak lokasi secara real-time.
Untuk menghemat daya, Anda bisa mengunduh peta offline atau menutup aplikasi setelah selesai digunakan.

5. Genshin Impact
Game berat seperti Genshin Impact menjadi salah satu aplikasi dengan konsumsi daya paling tinggi. Grafis berkualitas tinggi dan gameplay kompleks membuat prosesor bekerja maksimal.
Dalam sesi bermain selama 1 jam, baterai bisa terkuras hingga 30% tergantung spesifikasi perangkat. Selain itu, suhu ponsel juga cenderung meningkat, yang dapat mempercepat penurunan daya.
Solusi terbaik adalah menurunkan setting grafis, membatasi waktu bermain, serta memastikan ponsel tidak overheat.
6. Fitbit
Aplikasi kesehatan seperti Fitbit mungkin terlihat ringan, tetapi sebenarnya cukup menguras baterai. Hal ini karena aplikasi terus melakukan sinkronisasi data seperti langkah, detak jantung, dan aktivitas harian.
Proses sinkronisasi ini biasanya berjalan otomatis setiap beberapa menit. Dalam sehari, penggunaan baterai bisa mencapai 8–10% meski aplikasi jarang dibuka.
Untuk mengatasinya, Anda bisa mengatur frekuensi sinkronisasi atau mematikan fitur yang tidak diperlukan.
7. Shopee