Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh

Farah Nabilla, Dita Alvinasari

Rabu, 15 April 2026 | 10:07 WIB
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
Fosil kupu-kupu 34 juta tahun di Prancis (Hossein Rajaei)
baca 10 detik
  • Fosil kupu-kupu berusia 34 juta tahun ditemukan di selatan Prancis dalam kondisi sangat lengkap.
  • Spesimen ini kemudian diidentifikasi sebagai spesies baru bernama Apaturoides monikae.
  • Temuan ini membantu ilmuwan memahami lebih jauh evolusi awal kupu-kupu dan kemungkinan usia kelompok “emperor” yang lebih tua dari perkiraan sebelumnya.

Suara.com - Penemuan fosil serangga sering kali menjadi kejadian langka, terlebih untuk kelompok kupu-kupu yang tubuhnya sangat rapuh.

Sayap kupu-kupu yang tipis dan ringan membuat peluang untuk terawetkan dalam bentuk fosil sangat kecil. Oleh karena itu, catatan evolusi kupu-kupu di masa purba masih banyak menyisakan teka-teki.

Namun, sebuah temuan di wilayah selatan Prancis berhasil mengejutkan dunia ilmu pengetahuan.

Mengutip dari IFL Science pada Rabu, 15 April 2026, fosil ini bukan hanya utuh, tetapi juga menyimpan detail yang sangat jelas, termasuk pola sayap yang masih terlihat hingga sekarang.

Awalnya, temuan ini tidak langsung mendapat perhatian besar, hingga akhirnya diteliti kembali dengan teknologi modern.

Ketika dianalisis ulang, fosil ini ternyata menyimpan informasi penting yang dapat mengubah pemahaman tentang sejarah panjang evolusi kupu-kupu di dunia.

Fosil kupu-kupu 34 juta tahun di Prancis (Hossein Rajaei)
Fosil kupu-kupu 34 juta tahun di Prancis (Hossein Rajaei)

Penemuan Fosil Kupu-Kupu Purba di Cereste

Fosil ini pertama kali ditemukan pada tahun 1979 di endapan batuan zaman Oligosen awal. Selama beberapa dekade, spesimen tersebut tersimpan di koleksi ilmiah tanpa kajian mendalam.

Baru kemudian, tim peneliti internasional dari Amerika Serikat, Swedia, dan Jerman melakukan analisis ulang menggunakan teknik yang lebih mutakhir.

baca juga

Hasilnya menunjukkan bahwa fosil ini merupakan spesies dan genus yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Merupakan Kupu-Kupu Purba yang Terawetkan Sempurna

Spesies yang diidentifikasi dari fosil ini diberi nama Apaturoides monikae.

Kupu-kupu ini diperkirakan hidup sekitar 34 hingga 28 juta tahun lalu dan terbang di kawasan hutan purba yang kini menjadi wilayah Eropa modern.

Fosilnya tergolong sangat lengkap. Hampir seluruh sayap kanan, sebagian besar sayap kiri, hingga pola venasi sayap masih terlihat jelas. Bahkan bagian tubuh seperti kepala, dada, dan sebagian perut juga ikut terawetkan.

Kondisi ini memungkinkan para peneliti untuk mempelajari struktur tubuhnya secara detail dan menempatkannya secara lebih akurat dalam pohon evolusi kupu-kupu.

Masuk dalam Kelompok Kupu-Kupu "Emperor"

Hasil studi menunjukkan bahwa fosil ini termasuk dalam subfamili Apaturinae, kelompok kupu-kupu yang sering disebut "emperor".

Menariknya, ini merupakan fosil pertama yang secara jelas dapat dikaitkan dengan kelompok tersebut.

Temuan ini kemudian membuka kemungkinan bahwa garis keturunan Apaturinae sudah muncul jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Menurut peneliti dari State Museum of Natural History Stuttgart, fosil ini dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana kelompok kupu-kupu modern mulai berkembang dan menyebar.

Dampak pada Teori Evolusi Kupu-Kupu

Selama ini, ilmuwan mengandalkan data molekuler untuk memperkirakan waktu kemunculan berbagai kelompok kupu-kupu.

Namun, fosil Apaturoides monikae memberi bukti nyata yang bisa memperkuat atau bahkan menantang teori tersebut.

Beberapa ahli dari Hessian State Museum Darmstadt menyebut bahwa temuan ini bisa menunjukkan dua kemungkinan, yakni garis keturunan Apatura mungkin lebih tua dari perkiraan, atau ciri-ciri nenek moyangnya bertahan sangat lama tanpa banyak perubahan.

Kupu-Kupu Purba dan Jejak Makanan di Masa Lalu

Selain fosil ini, penelitian lain juga memberikan gambaran lebih luas tentang sejarah kupu-kupu.

Studi terhadap coprolite atau fosil kotoran menunjukkan adanya sisik serangga yang diduga milik kupu-kupu purba.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa struktur seperti belalai penghisap nektar sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu, bahkan sebelum banyak tumbuhan berbunga berkembang pesat.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa evolusi kupu-kupu berlangsung jauh lebih kompleks dan panjang dibandingkan yang selama ini dipahami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Karun Geologi: Lihat 70% Keutuhan Fosil Gajah Purba yang Baru Ditemukan di Jatim!

Harta Karun Geologi: Lihat 70% Keutuhan Fosil Gajah Purba yang Baru Ditemukan di Jatim!

Video | Minggu, 23 November 2025 | 15:25 WIB

Fosil Reptil Laut Berleher Panjang dari Zaman Purba Ditemukan di China

Fosil Reptil Laut Berleher Panjang dari Zaman Purba Ditemukan di China

Lifestyle | Rabu, 19 November 2025 | 19:54 WIB

Fosil Badak Purba Berusia 23 Juta Tahun Ditemukan di Arktik Kanada: Dulu Bukan Daerah Beku?

Fosil Badak Purba Berusia 23 Juta Tahun Ditemukan di Arktik Kanada: Dulu Bukan Daerah Beku?

Tekno | Selasa, 04 November 2025 | 17:52 WIB

Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu

Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu

Tekno | Sabtu, 01 November 2025 | 10:57 WIB

Terkini

5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

17 Kode Redeem Aktif 15 Juli 2026, Klaim Skin Keren, Bundle Eksklusif hingga Voucher Gratis

17 Kode Redeem Aktif 15 Juli 2026, Klaim Skin Keren, Bundle Eksklusif hingga Voucher Gratis

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:07 WIB

5 HP Murah RAM Besar Harga Rp1 Juta Terbaik sesuai Review

5 HP Murah RAM Besar Harga Rp1 Juta Terbaik sesuai Review

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:19 WIB

5 Pilihan HP 5G dan NFC Paling Murah yang Bisa Dilirik di 2026

5 Pilihan HP 5G dan NFC Paling Murah yang Bisa Dilirik di 2026

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:15 WIB

Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia

Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:02 WIB

Perjalanan Mr Tauseef Membangun Karier sebagai Kreator Digital Gaming Indonesia

Perjalanan Mr Tauseef Membangun Karier sebagai Kreator Digital Gaming Indonesia

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:00 WIB

4 Rekomendasi HP 5G Rp 3 Jutaan Juli 2026, Pilihan Terbaik Sebelum Makin Mahal

4 Rekomendasi HP 5G Rp 3 Jutaan Juli 2026, Pilihan Terbaik Sebelum Makin Mahal

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:56 WIB

5 Kelebihan Samsung Galaxy A27 5G Dibanding Pendahulunya untuk Investasi Jangka Panjang

5 Kelebihan Samsung Galaxy A27 5G Dibanding Pendahulunya untuk Investasi Jangka Panjang

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:42 WIB

Apakah HP Harus Rutin Di-restart? Ketahui Waktu yang Tepat dan Manfaatnya

Apakah HP Harus Rutin Di-restart? Ketahui Waktu yang Tepat dan Manfaatnya

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:40 WIB

AI, LIVE Shopping, dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar

AI, LIVE Shopping, dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar

Tekno | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

×