Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 16 April 2026 | 15:57 WIB
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
Ilustrasi LPG melon (Freepik)

Suara.com - Pemerintah melakukan impor LPG senilai puluhan triliun rupiah dalam setiap tahunnya untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Di mana, gas LPG 3 kiloan mendominasi. Sebagian besar LPG ini diimpor langsung dari AS dan Timur Tengah, hingga membuat subsidi pada APBN membengkak.

Hal ini tentu menjadi oroni, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya gas alam yang berlimpah. Salah satu gas alam Indonesia berupa LNG. Diketahui, Indonesia melakukan ekspor 300 karga LNG ke Jepang dan Korea pada tahun 2024 lalu.

Meski begitu, Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan bahwa ekspor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Indonesia pada tahun 2025 turun karena alokasinya lebih banyak dialihkan ke berbagai pasar domestik. SKK Migas mendata ekspor LNG 2025 anya sebanyak 150 kargo, sedangkan alokasi domestik sejumlah 86 kargo.

Permintaan LNG di dalam negeri terus meningkat, ditopang oleh kenaikan permintaan dari PT PLN (Persero). Di mana sebelumnya hanya sekitar 60 kargo per tahun menjadi 100 kargo per tahun sejak tahun 2024.

Dikutip dari situs Ditjen Migas Kementerian ESDM, LNG merupakan sebuah gas metana dengan komposisi 90 persen metana (CH4) yang kemudian dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu di angka -163 derajat celsius. Sebelum akhirnya dicairkan, gas harus menjalani proses pemurnian terlebih dahulu guna menghilangkan beberapa kandungan senyawa yang tidak dibutuhkan. Dengan proses tersebut, volume gas dapat menjadi 600 kali lebih kecil.

Melalui proses penyusutan tersebut, LNG jadih mudah ditransportasikan dalam jumlah yang lebih banyak dan diangkut menggunakan kapal khusus. LNG kemudian dibawa ke terminal-terminal LNG untuk disimpan di tangki dengan menggunakan  tekanan atmosferik. Setelah melalui proses regasifikasi, LNG pun dikonversi kembali menjadi sebuah gas agar dapat disalurkan melalu sistem transmisi (pipa) untuk kemudian dimanfaatkan oleh para pengguna.

Kendati produksi gas bumi Indonesia utamanya dimanfaatkan sebagai penyuplai salur gas (pipa transmisi) dan LNG, masyarakat lebih sering menggunakan LPG/elpiji. Tabung elpiji, dengan berbagai ukuran terutama elpiji melon, sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk memasak.

Diketahui, LPG adalah gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Itu berarti, diperlukan persentase minimum tertentu dari propana serta butana supaya bisa diekstraksi untuk menjadi elpiji.

Karena karakter gas Indonesia didominasi metana, maka kemampuan untuk produksi elpiji di dalam negeri terbatas. Tidak semua lapangan migas bisa melakukannya, termasuk untuk mencapai keekonomian.

baca juga
Tangki Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Perta Arun Gas di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6).
Tangki Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Perta Arun Gas di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6).

Alasan LNG Tidak Bisa Dikemas di Tabung Melon

LNG (Liquefied Natural Gas) tidak dapat dikemas di dalam tabung melon (LPG 3 kg) lantaran perbedaan karakteristik fisik yang ekstrem.

LNG cenderung memerlukam suhu kriogenik (sangat dingin, sekitar -160C) untuk tetap cair, sementara tabung melon dirancang secara khusus untuk menampung LPG cair bertekanan, tidak untuk menahan suhu sangat dingin, sehingga LNG akan langsung menguap. 

Berikut ini adalah alasan yang lebih detail mengapa LNG tidak bisa digunakan di tabung melon:

1. Suhu Penyimpanan (Kriogenik)

LNG wajib disimpan pada suhu sangat rendah (-160C) supaya tetap berbentuk cair. Tabung melon yang digunakan untuk menampung LPG tidak mempunyai insulasi vacuum khusus (seperti termos) yang dibutuhkan untuk mempertahankan suhu dingin itu.

2. Tekanan dan Penguapan

Apabila LNG dimasukkan ke dalam tabung melon, maka suhu di luar akan jauh lebih panas. Hal ini akhirnya menyebabkan LNG langsung menguap menjadi gas serta meningkatkan tekanan secara drastis. Kondisi ini lantas berpotensi menyebabkan tabung meledak atau safety valve terlepas.

3. Karakteristik Fisik

LNG merupakan sebuah metana cair, sedangkan LPG (tabung melon) ialah campuran daru propana dan butana. Kedua senyawa itu mempunyai titik didih dan perilaku penyimpanan yang berbeda.

4. Kebutuhan Infrastruktur

Penggunaan LNG untuk rumah tangga membutuhkan tangki khusus (kriogenik) dan jaringan pipa (jargas) yang berbeda dibandingkan sistem tabung portabel. 

Karena beberapa alasan itulah, LNG banyak didistribusikan melalui infrastruktur pipa, sementara tabung melon khusus untuk LPG. 

Demikian tadi penjelasan mengeai Indonesia eksportir LNG, kenapa masih butuh LPG? Dengan demikian, hendaknya kita berinovasi untuk menciptakan tabung penyimpanan LNG agar tidak melulu bergantung pada impor LPG.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi

Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:32 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia

Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:55 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×