Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah meminta pemerintah mempermudah perizinan impor guna menjaga ketersediaan barang dan menahan harga. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah meminta pemerintah mempermudah perizinan impor guna menjaga ketersediaan barang dan menahan harga.
  • Pelaku usaha ritel di Jakarta mengalami kenaikan harga bahan baku dan kesulitan impor barang jadi sejak April 2026.
  • Kemudahan impor diharapkan menjaga konsumsi domestik agar masyarakat tidak beralih belanja ke luar negeri saat kondisi geopolitik memanas.

Suara.com - Pelaku usaha ritel meminta pemerintah mempermudah perizinan impor di tengah kenaikan harga bahan baku yang mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus menahan tekanan harga di pasar domestik.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budiharjo Iduansjah mengatakan, kenaikan harga bahan baku sudah terjadi dan berdampak pada berbagai produk, terutama yang berbasis plastik.

"Ya, saat ini kami di ritel sudah terima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari dua minggu lalu, atau minggu lalu juga udah masuk, dalam proses kami menegosiasi harga, harga lama. Tapi kalau nggak bisa ya kami nego harganya naik bertahap," ujar Budiharjo di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menyebut kenaikan tersebut berdampak pada harga jual produk di tingkat ritel, meski sebagian pelaku usaha masih berupaya menahan kenaikan melalui negosiasi dengan pemasok.

Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi kendala dalam impor barang jadi yang tidak diproduksi di dalam negeri. Kondisi ini dinilai memperberat tekanan di sektor ritel.

"Kalau ritel sih masih yang kesulitan kami impor ya. Justru dengan kondisi bahan baku ini, harusnya kemudahan impor untuk barang jadi yang tidak diproduksi di Indonesia harus cepatnya diberikan kemudahan oleh kementerian terkait," jelasnya.

Budi menilai, kemudahan impor diperlukan untuk menjaga pasokan barang di dalam negeri, terutama untuk produk tertentu yang memiliki segmen pasar tersendiri.

"Ya misalnya kami ada tekstil yang branded ya. Uh itu kan nggak mungkin mematikan UMKM. Misalnya kalau barang-barang di mal tuh kan ada tas mahal, nah itu daripada situasinya semua apa kurang, ya yang memang masih kelas menengah atas mau daripada belanja ke Malaysia, ya mendingan dia belanja di Indonesia kan," ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga dapat membantu menjaga konsumsi domestik agar tidak bergeser ke luar negeri.

baca juga

"Pesawat juga naik, nanti ya mendingan ditahan belanja di Indonesia, impornya dipermudah, dipercepat, diperbanyak kalau perlu supaya orang nggak belanja ke luar negeri bahkan orang luar negeri belanja di Indonesia," kata Budiharjo.

Ia menambahkan, pelaku usaha tetap siap memenuhi kewajiban perpajakan jika kemudahan impor diterapkan. Dengan demikian, negara juga akan tetap mendapat pemasukan dari barang kiriman luar negeri.

"Iya itu kan kemudahan, ya. Jadi orang mau bayar pajak kok, kita bayar pajak kok, kasih kemudahan. Setor negara uang. Itu kita bayar kok pajaknya," lanjutnya.

Selain itu, pelaku usaha juga mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan berusaha secara umum, termasuk tidak menambah regulasi baru yang dinilai berpotensi menghambat aktivitas bisnis di tengah kesulitan yang muncul imbas memanasnya situasi geopolitik.

"Jadi jangan dipersulit lagi, jangan bikin izin-izin peraturan lagi. Nggak usah bikin peraturan apa-apa dulu sekarang. Kasih kemudahan berusaha dulu, ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Terjaga dan Terjangkau bagi Masyarakat

Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Terjaga dan Terjangkau bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:45 WIB

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:21 WIB

Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate

Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate

News | Senin, 13 April 2026 | 19:35 WIB

Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor

Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×