-
Serial TV Far Cry picu kontroversi karena tidak mengadaptasi cerita game.
-
Noah Hawley mengklaim gamer sering melewati cutscene dalam permainan tradisional.
-
Ubisoft sedang kembangkan Far Cry 7 dengan mekanik batas waktu nyata.
Suara.com - Film serta serial yang mengadaptasi game populer terhitung cukup sukses dalam tiga tahun terakhir. Mengikut tren, serial TV Far Cry saat ini sedang dalam pengerjaan.
Meski belum tayang, serial TV langsung memicu kontroversi. Bocoran yang beredar bahkan menyebutkan bahwa serial TV Far Cry tak mengikuti alur cerita pada game.
Showrunner serial TV Far Cry, Noah Hawley, baru-baru ini menyatakan, serialnya tidak akan mengadaptasi cerita dari game manapun.
Ia ingin menciptakan kisah orisinal yang terinspirasi dari semangat Far Cry, mirip dengan apa yang ia lakukan pada serial Fargo.
Namun, komentarnya yang paling memicu reaksi adalah klaimnya bahwa gamer cenderung melewati cutscene.
Menurut Hawley melalui wawancara Deadline, struktur game tradisional "membuat drama manusia menjadi tidak relevan dengan alur cerita. Itu adalah kematian bagi sebuah pertunjukan."

Pernyataan ini sontak menuai kemarahan penggemar yang merasa Hawley tidak memahami esensi narasi dalam game, terutama pada seri Far Cry yang terkenal dengan antagonis karismatik seperti Vaas dari Far Cry 3.
Banyak gamer di media sosial langsung membantah klaim tersebut, mengingatkan bahwa momen-momen sinematik adalah jantung dari pengalaman Far Cry.
Mereka menunjukkan bahwa banyak game dalam seri ini bahkan tidak memiliki opsi untuk melewati adegan cerita, membuktikan betapa pentingnya narasi bagi para pengembang dan pemain.
Kontroversi ini menambah daftar panjang perdebatan tentang bagaimana Hollywood seharusnya menangani sebuah adaptasi game.
Mengutip GameRant, masa depan franchise game-nya justru terlihat sangat cerah. CEO Ubisoft, Yves Guillemot, telah mengonfirmasi bahwa ada beberapa proyek Far Cry baru yang sedang dikerjakan.
Yang paling menarik adalah bocoran tentang Far Cry 7 (dengan kode nama Project Blackbird).
Game ini dikabarkan engusung mekanik revolusioner: pemain harus menyelamatkan keluarga yang diculik dalam batas waktu 72 jam di dalam game, atau setara dengan 24 jam waktu nyata.
Konsep berpacu dengan waktu ini akan mengubah total formula open-world yang selama ini menjadi ciri khas seri tersebut, menjanjikan ketegangan yang belum pernah ada pada judul lawas.