Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026

Yasinta Rahmawati

Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB
Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026
Friendster bangkit lagi di 2026. (Friendster.com)

Suara.com - Jauh sebelum ada media sosial Instagram, TikTok, bahkan Facebook ada satu media sosial bernama Friendster yang membawa segudang memori.

Friendster kini dipastikan 'bangkit dari kubur' dan bisa kembali digunakan oleh mereka yang ingin bernostalgia.

Sosok programmer bernama Mike Carson kini mendapat akses resmi untuk menghidupkan kembali Friendster.

Melalui upaya Carson, Friendster kini dapat digunakan dan diunduh melalui Apple Store untuk para pengguna perangkat iOs seperti iPhone maupun iPad.

Adapun sejak Rabu (29/4/2026), Friendster bisa diakses oleh umum semenjak Carson membeli domain Friendster.com pada 2023 lalu.

Jasa Carson memang terbilang besar untuk mereka yang ingin kembali mengulang masa lalu. Tetapi faktanya, Carson bukan sosok pendiri Friendster.

Lantas, siapa pendiri Friendster sebenarnya?

Kenalan dengan Jonathan Ambrams, Pendiri Friendster

Jonathan Abrams adalah insinyur perangkat lunak dan pengusaha asal Kanada yang dikenal luas sebagai "Bapak Media Sosial Modern".

baca juga

Sebelum era Facebook mendominasi, Abrams merumuskan konsep revolusioner tentang bagaimana manusia berinteraksi di dunia digital.

Ia memiliki latar belakang teknis yang kuat, pernah bekerja di perusahaan teknologi ternama seperti Netscape dan Nortel sebelum akhirnya terjun ke dunia startup.

Sebagai pendiri Friendster, Abrams tidak sekadar menciptakan situs web, melainkan sebuah ekosistem koneksi berdasarkan "lingkaran pertemanan".

Ia memperkenalkan fitur-fitur yang kini menjadi standar industri, seperti profil pengguna, daftar teman, dan kemampuan untuk melihat bagaimana kita terhubung dengan orang asing melalui koneksi timbal balik.

Meski ia sempat mendapatkan tawaran akuisisi fantastis dari Google sebesar USD 30 juta pada tahun 2003, Abrams memilih untuk tetap independen.

Keputusannya ini sering dianggap sebagai salah satu momen paling krusial dalam sejarah Lembah Silikon.

Abrams dikenal sebagai visioner yang mampu melihat potensi besar internet sebagai alat sosialisasi, meskipun tantangan teknis dan persaingan bisnis nantinya menjadi penghalang utama bagi keberlanjutan visinya tersebut.

Perjalanan Friendster: dari Kejayaan hingga Penutupan

Friendster didirikan oleh Abrams pada tahun 2002 di Mountain View, California.

Situs ini mencapai popularitas luar biasa dalam waktu singkat, mengumpulkan jutaan pengguna hanya dalam beberapa bulan.

Friendster menjadi fenomena global karena memungkinkan pengguna memperluas jaringan sosial secara daring dengan aman.

Namun, kesuksesan ini membawa masalah teknis yang pelik. Karena lonjakan pengguna yang masif, infrastruktur Friendster sering mengalami gangguan dan waktu muat (loading) yang sangat lambat.

Hal ini memicu rasa frustrasi pengguna, yang kemudian mulai beralih ke kompetitor baru seperti MySpace dan kemudian Facebook.

Meskipun sempat melakukan upaya ekspansi besar di Asia Tenggara dominasi globalnya terus merosot.

Pada tahun 2009, Friendster diakuisisi oleh perusahaan Malaysia, MOL Global.

Adapun di bawah kepemilikan baru, Friendster sempat bertransformasi menjadi situs permainan sosial (social gaming) pada tahun 2011 dan menghapus seluruh konten profil sosial penggunanya.

Sayangnya, strategi ini tidak mampu membendung arus persaingan.

Friendster akhirnya resmi menghentikan seluruh layanannya pada tahun 2015, dan perusahaan tersebut secara hukum dibubarkan pada tahun 2018.

Penutupan Friendster menandai berakhirnya era salah satu pionir terbesar dalam sejarah internet.

Kini Bangkit Lagi

Friendster secara mengejutkan bangkit kembali pada April 2026 melalui aplikasi eksklusif iOS.

Adapun di bawah naungan Friendster Labs Inc. milik programmer Mike Carson, Friendster mengusung konsep unik tanpa iklan dan algoritma.

Menariknya, sistem pertemanan diwajibkan melalui interaksi fisik seperti mendekatkan ponsel (NFC/AirDrop) guna mendorong koneksi dunia nyata.

Fokus utamanya adalah privasi dan nostalgia pengalaman positif, menjauhkan diri dari sisi negatif media sosial modern serta eksploitasi data pengguna.

Jadi, apakah Anda tertarik bermain Friendster kembali?

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realita Perempuan di Media Sosial: Antara Eksistensi dan Tekanan

Realita Perempuan di Media Sosial: Antara Eksistensi dan Tekanan

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Saat Perempuan Dipaksa Masuk Standar yang Sama: Cantik Versi Siapa?

Saat Perempuan Dipaksa Masuk Standar yang Sama: Cantik Versi Siapa?

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapan Sirkuit Mandalika Jelang Perhelatan MotoGP 2026

Persiapan Sirkuit Mandalika Jelang Perhelatan MotoGP 2026

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 18:45 WIB

Film "Bapak Paling Jujur" Hadirkan Andovi da Lopez Sebagai Calon Gubernur yang Tak Bisa Bohong

Film "Bapak Paling Jujur" Hadirkan Andovi da Lopez Sebagai Calon Gubernur yang Tak Bisa Bohong

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 18:42 WIB

Mitchell Baker Menggila di Amerika, John Herdman Punya Senjata Baru untuk Timnas Indonesia

Mitchell Baker Menggila di Amerika, John Herdman Punya Senjata Baru untuk Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 18:41 WIB

Pakar UGM Sarankan MBG Dimasak Langsung di Sekolah

Pakar UGM Sarankan MBG Dimasak Langsung di Sekolah

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:40 WIB

Pencarian Hari ke-10 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas 8.509 NM

Pencarian Hari ke-10 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas 8.509 NM

Video | Kamis, 17 September 2026 | 18:40 WIB

Subsidi Besar, Biaya Hidup Naik, Daya Beli Tergerus: Apa yang Keliru?

Subsidi Besar, Biaya Hidup Naik, Daya Beli Tergerus: Apa yang Keliru?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:40 WIB

Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos

Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 18:37 WIB

Tayang Perdana Hari Ini Dihadiri 7.500 Anak Disabilitas, Film Istimewa Angkat Kisah Pencarian Ayah

Tayang Perdana Hari Ini Dihadiri 7.500 Anak Disabilitas, Film Istimewa Angkat Kisah Pencarian Ayah

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 18:34 WIB

×