- Sharp Electronics Indonesia memperingati Hari Bumi 2026 dengan aksi lingkungan serta edukasi teknologi di Hutan Lindung Angke Kapuk.
- Perusahaan mengoptimalkan teknologi Reverse Vending Machine yang berhasil mengumpulkan lebih dari dua ton sampah plastik di Indonesia.
- Kegiatan kolaboratif ini melibatkan generasi muda melalui program Sharp Greenerator untuk mendukung strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
Di sisi lain, aksi plogging atau memungut sampah sambil berolahraga juga menjadi bagian dari pendekatan smart sustainability yang diusung Sharp.
![Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026. [Sharp]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/02/23083-sharp-indonesia-pamer-teknologi-ramah-lingkungan-di-hari-bumi-2026.jpg)
Seluruh sampah yang dikumpulkan selama kegiatan akan didata untuk mengukur dampak lingkungan secara lebih terstruktur.
Sharp Greenerator Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Sharp juga terus mengembangkan program Sharp Greenerator yang sudah berjalan sejak 2015.
Melalui program tersebut, perusahaan aktif mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan melalui edukasi, aksi lapangan, hingga pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Sharp mengungkapkan bahwa selama hampir satu dekade, ribuan anak muda telah terlibat dalam berbagai kegiatan keberlanjutan yang digelar perusahaan di berbagai daerah Indonesia.
Fokus pada Teknologi dan Masa Depan Berkelanjutan
Selain aksi lingkungan, Sharp juga menegaskan akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas, sekolah, dan organisasi lingkungan untuk menciptakan ekosistem keberlanjutan yang lebih modern dan terintegrasi.
Perusahaan menilai langkah kecil seperti menanam pohon, memilah sampah, hingga memanfaatkan teknologi daur ulang dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Sharp ingin memperkuat posisinya bukan hanya sebagai perusahaan elektronik, tetapi juga pelopor smart sustainability di Indonesia.