- Sony mencatat penurunan penjualan PS5 lebih dari 46 persen akibat kenaikan harga jual mencapai Rp11 juta per Maret 2026.
- CEO Sony, Hiroki Totoki, menyatakan lonjakan harga komponen elektronik menjadi penyebab utama mahalnya harga konsol di pasar global.
- Di tengah penurunan performa PS5, Sony berkomitmen menjaga harga tetap stabil dan memastikan proses pengembangan konsol PS6 sedang berjalan.
Kondisi ini membuat banyak gamer mulai menunda pembelian karena menganggap harga PS5 saat ini terlalu mahal untuk konsol yang sudah berusia beberapa tahun.

Sony Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Lagi
Meski penjualan melemah, Sony memastikan belum ada rencana untuk kembali menaikkan harga PS5 dalam waktu dekat.
Perusahaan disebut ingin mempertahankan struktur harga saat ini sambil menjaga profitabilitas bisnis gaming mereka.
Sony tetap optimistis bisnis game akan kembali tumbuh pada tahun fiskal berikutnya.
Salah satu faktor pendorong terbesar adalah peluncuran Grand Theft Auto VI atau GTA VI yang dijadwalkan rilis November 2026.
Game tersebut diprediksi mampu mendongkrak penjualan konsol dan meningkatkan aktivitas pemain di ekosistem PlayStation.
Pengembangan PS6 Resmi Berjalan
Di tengah penurunan penjualan PS5, Sony juga mengonfirmasi bahwa pengembangan PlayStation 6 terus berlanjut.
Meski belum mengungkap detail spesifikasi maupun jadwal rilis, Sony mengakui investasi besar untuk riset chip dan perangkat keras generasi baru akan memengaruhi laba perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Kabar ini sekaligus memperkuat spekulasi bahwa Sony mulai menyiapkan era konsol generasi berikutnya di tengah pasar gaming yang semakin kompetitif.