- Klaim bahwa fitur DM Instagram tidak lagi dienkripsi sejak 8 Mei adalah informasi yang tidak tepat.
- Pakar siber Alfons Tanujaya menegaskan bahwa DM Instagram memang tidak pernah menerapkan enkripsi secara default bagi pengguna.
- Aplikasi WhatsApp dan Signal dinilai lebih aman karena telah menerapkan sistem enkripsi secara otomatis bagi seluruh pengguna.
Suara.com - Media sosial Instagram belakangan ramai diperbincangkan setelah muncul klaim bahwa mulai 8 Mei fitur Direct Message (DM) tidak lagi dienkripsi sehingga isi percakapan pengguna bisa diintip.
Informasi tersebut viral di media sosial hingga dibahas sejumlah influencer teknologi.
Namun, pakar keamanan, siber Alfons Tanujaya, menegaskan bahwa anggapan tersebut perlu diluruskan.
Menurutnya, DM Instagram sejak awal memang tidak menggunakan enkripsi end-to-end secara default untuk seluruh pengguna.
“Mulai 8 Mei, Instagram bisa mengintip DM kita karena tidak dienkripsi lagi. Begitu kata banyak influencer dan media online. Tapi hal ini perlu diluruskan. Sebelum 8 Mei juga DM Instagram nggak pernah dienkripsi,” ujar Alfons.
Ia menjelaskan, fitur enkripsi pada DM Instagram hanya tersedia di area atau fitur tertentu dan tidak aktif otomatis untuk seluruh percakapan pengguna.

“Siapa yang bilang bahwa DM Instagram itu dienkripsi? Itu hanya berlaku di beberapa area tertentu saja,” katanya melalui pesan singkat kepasa Suara.com, Selasa (12/5/2026).
DM Instagram Ternyata Tidak Dienkripsi Secara Default
Menurut Alfons Tanujaya, banyak pengguna selama ini salah memahami sistem keamanan pesan di Instagram. Ia menyebut fitur end-to-end encryption memang pernah diperkenalkan, tetapi implementasinya terbatas dan tidak digunakan mayoritas pengguna.
“Padahal faktanya DM Instagram tidak pernah encrypted by default, sulit diaktifkan dan hanya digunakan oleh kurang dari 1 persen user,” jelas Alfons.
End-to-end encryption sendiri merupakan sistem keamanan yang membuat isi pesan hanya bisa dibaca pengirim dan penerima. Tanpa fitur ini, penyedia platform secara teknis masih memiliki akses terhadap data percakapan pengguna.
Signal dan WhatsApp Disebut Lebih Aman dari Telegram dan Instagram
Alfons juga menyinggung persepsi publik terkait keamanan aplikasi pesan instan. Ia menilai masih banyak pengguna menganggap Telegram lebih aman dibanding aplikasi lain, padahal dari sisi implementasi enkripsi tidak sepenuhnya demikian.
“Anggapan salah ini mirip dengan Telegram yang dianggap aman. Padahal secara pengamanan enkripsi, Signal dan WhatsApp lebih aman,” ungkapnya.
Aplikasi Signal dan WhatsApp diketahui telah menerapkan enkripsi end-to-end secara default pada seluruh percakapan pengguna, sehingga tingkat perlindungan privasi dinilai lebih tinggi.