- SAP meluncurkan konsep Autonomous Enterprise dalam ajang SAP Sapphire 2026 di Orlando untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis perusahaan.
- Platform terpadu ini menggabungkan AI agents, data bisnis, dan sistem tata kelola untuk meningkatkan akurasi serta efisiensi operasional.
- Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan raksasa teknologi serta menginvestasikan 100 juta euro untuk mempercepat transformasi digital pelanggan global.
Perusahaan juga menggandeng Google Cloud dan Microsoft untuk mendukung interoperabilitas antar AI agents lintas platform.
![Google Cloud. [Mitchell Luo/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/11/40325-google-cloud.jpg)
Selain itu, Palantir dan Accenture akan membantu implementasi migrasi data dan transformasi cloud berbasis AI bagi pelanggan di seluruh dunia.
Untuk mempercepat transformasi AI enterprise, perusahaan juga menggelontorkan dana investasi sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp1,8 triliun bagi mitra dan pelanggan.
Dana tersebut digunakan untuk membantu perusahaan mengembangkan AI assistants, agents, serta mempercepat migrasi ERP berbasis cloud dan AI.
SAP mengklaim teknologi AI terbaru mereka bahkan mampu memangkas beban migrasi ERP hingga lebih dari 35 persen melalui otomatisasi analisis sistem, konfigurasi, pengujian, hingga remediasi kode secara otomatis.