-
Rumor tanggal pre-order GTA 6 bocor melalui email afiliasi peritel Best Buy.
-
Saham Take-Two Interactive langsung melonjak 10 persen dalam waktu seminggu.
-
Kapitalisasi pasar perusahaan induk Rockstar Games bertambah hingga Rp35,2 triliun
Suara.com - Grand Theft Auto VI (GTA 6) merupakan game paling dinanti oleh gamer lintas generasi. Tak berselang lama setelah bocoran tanggal pre-order GTA 6 beredar, saham induk perusahaan Rockstar, Take-Two langsung melesat.
Sebagai catatan khusus, kabar yang beredar masih sekadar 'rumor' dan 'bocoran' mengingat Rockstar Games serta Take-Two belum mengonfirmasi resmi.
Rumor di X dan Reddit mengklaim bahwa pre-order GTA 6 semakin dekat.
Dalam 5 hari terakhir, saham Take-Two Interactive (TWTO) langsung melesat dari 219,6 dolar AS menjadi 242,44 dolar AS.
Saham perusahaan meroket 10,40 persen hanya dalam waktu seminggu. Sebagai perbandingan, saham TWTO mengalami peningkatan hampir 7 persen dalam kurung waktu setahun terakhir.
Lonjakan signifikan dalam beberapa hari menunjukkan bahwa investor sangat optimis dengan GTA 6.

Kenaikan instan ini menambah kapitalisasi pasar perusahaan lebih dari 2 miliar dolar AS (Rp35,2 triliun) dalam waktu singkat.
Pemicunya adalah rumor kuat yang menyebutkan bahwa pemesanan awal atau pre-order untuk game paling dinanti akan segera dibuka pada Senin, 18 Mei mendatang.
Kabar ini memiliki kredibilitas tinggi setelah Insider Gaming memverifikasi email dari platform afiliasi Impact yang digunakan oleh peritel raksasa seperti Best Buy.
Kampanye yang bocor tersebut bertajuk "GTA 6 Pre Order (Physical Game)" dan dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 21 Mei.
Menariknya, tanggal berakhirnya kampanye ini bertepatan dengan pengumuman pendapatan Take-Two Interactive.
Dikutip dari GameSpot, itu memicu spekulasi bahwa Trailer 3 mungkin akan dirilis sebagai penutup promosi tersebut.
Jika jadwal ini akurat, maka kekhawatiran mengenai penundaan rilis dapat ditepis, memastikan game tetap meluncur pada 19 November 2026 untuk konsol PS5 dan Xbox Series X|S.
Sebelumnya, saham Take-Two sempat mengalami tekanan akibat pengumuman Project Genie oleh Google, sebuah sistem AI yang diklaim mampu menciptakan dunia game secara otomatis.
Namun, pengamat industri menilai ketakutan investor tersebut tidak berdasar.
"Para investor Wall Street yang menjual saham Take-Two sebagai reaksi terhadap pengumuman tersebut hanyalah contoh lain dari investor yang kehilangan arah," ungkap pengamat.
Teknologi AI saat ini dinilai belum mampu menandingi kompleksitas dan detail yang sedang dikembangkan Rockstar untuk GTA 6.
Meskipun geliat pasar sangat positif, Rockstar tetap menegaskan bahwa PC bukanlah pasar "inti" pada saat peluncuran awal. Atas kabar tersebut, gamer PC harus lebih bersabar.
Hingga saat ini, belum ada harga resmi yang tertera dalam bocoran, namun spekulasi harga ritel berkisar antara 70 hingga 100 dolar AS (Rp1,2 juta hingga Rp1,76 juta).