- Silicon Quantum Computing asal Australia berkolaborasi dengan AMD untuk mengembangkan prosesor kuantum berskala komersial yang diproyeksikan hadir pada 2033.
- SQC memanfaatkan teknologi perangkat keras AMD untuk mengendalikan qubit dengan tingkat presisi atom guna mendukung efisiensi sistem komputasi kuantum.
- Inovasi teknologi ini bertujuan merevolusi sektor telekomunikasi, keuangan, dan energi melalui integrasi sistem kuantum, kecerdasan buatan, serta komputasi klasik.
Menurutnya, integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak menjadi kunci untuk mempercepat inovasi di bidang quantum computing.
![Ilustrasi AMD. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/22/15161-ilustrasi-amd-kolaborasi-amd-dan-tsmc-hadirkan-prosesor-generasi-terbaru-canggih.jpg)
Digunakan untuk AI, Telekomunikasi hingga Keamanan Finansial
Meski komputer kuantum skala penuh masih dalam tahap pengembangan, teknologi yang dikembangkan SQC sudah mulai dimanfaatkan oleh berbagai industri.
Di sektor telekomunikasi, sistem kuantum digunakan untuk menganalisis kesehatan jaringan dan memprediksi potensi gangguan layanan.
Sementara itu, industri jasa keuangan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan deteksi aktivitas pencucian uang dan mengidentifikasi akun berisiko sebelum digunakan dalam kejahatan finansial.
Perusahaan energi juga mulai mengintegrasikan komputasi kuantum untuk meningkatkan efisiensi distribusi daya dan mengantisipasi lonjakan permintaan listrik.
Lead of Hardware Team SQC, Alan Mujumdar, menilai teknologi AMD memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem kuantum.
"Fleksibilitas platform AMD tidak tertandingi. Itu merupakan pilihan paling jelas untuk kebutuhan kami karena mampu menyeimbangkan kemampuan analog dan digital secara mulus," ungkap Mujumdar.
Quantum Computing dan AI Akan Berjalan Berdampingan
SQC meyakini masa depan industri teknologi akan menggabungkan komputasi klasik, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi kuantum dalam satu ekosistem yang saling melengkapi.
Perusahaan bahkan telah mengembangkan sistem quantum machine learning yang diklaim mampu mempercepat proses pelatihan model AI dan meningkatkan efisiensi pusat data modern.
![Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/08/25/51931-ilustrasi-kecerdasan-buatan.jpg)
Buckland juga menyoroti keandalan teknologi AMD yang digunakan dalam berbagai tahapan pengembangan.
"Ketika Anda menerima produk dari AMD, Anda melakukan deployment firmware dan semuanya berjalan sempurna," ujarnya.
Sementara itu, Simmons menegaskan bahwa minat terhadap teknologi kuantum terus meningkat di kalangan perusahaan global.
"Pelanggan kami adalah perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, dengan anggaran R&D yang besar dan fokus kuat pada teknologi frontier. Sistem kuantum, klasik, dan AI akan bekerja berdampingan. Komputasi heterogen adalah masa depan," kata Simmons.
Komputer Kuantum Komersial Diprediksi Hadir 2033
Saat ini SQC memproduksi dan menguji ratusan desain chip kuantum setiap tahun. Perusahaan juga secara rutin melakukan pembaruan firmware dan pengembangan perangkat keras untuk mempercepat inovasi.
Kolaborasi jangka panjang dengan AMD disebut akan terus berlanjut, termasuk dalam pengembangan platform adaptive computing generasi berikutnya.
"Hari ini, kami baru menyentuh permukaan dari apa yang dapat dilakukan komputasi kuantum bagi teknologi dan masyarakat. Komputasi kuantum skala komersial sudah di depan mata dan saya sangat antusias melihat masa depan setelah titik tersebut," pungkasnya.