- Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Utara akhir 2025 merusak fasilitas kesehatan serta menghambat akses medis.
- Fujifilm Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menghadirkan fasilitas mobile X-ray di RSUD Langsa, Aceh, pada April 2026.
- Teknologi diagnostik bergerak ini mempercepat pemeriksaan medis di sisi pasien guna memulihkan layanan kesehatan saat situasi darurat.
Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan perangkat mobile X-ray, instalasi, hingga dukungan teknis agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.
![Fujifilm dan Kemenkes hadirkan teknologi mobile X-Ray. [Fujifilm]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/64398-fujifilm-x-kemenkes.jpg)
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Rizka Andalusia, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan selama masa krisis.
"Kami terus mendorong penguatan fasilitas kesehatan agar tetap mampu memberikan layanan yang optimal, termasuk dalam situasi krisis. Dukungan teknologi seperti mobile X-ray system ini memberikan kemudahan bagi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan secara cepat dan tepat di sisi pasien," katanya.
Menurutnya, kehadiran teknologi diagnostik bergerak menjadi solusi yang relevan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
"Kami mengapresiasi dukungan Fujifilm Indonesia dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah terdampak," lanjut Rizka.
Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional
Bencana yang melanda Aceh dan Sumatera Utara sebelumnya berdampak pada ratusan ribu warga dan menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami gangguan operasional.
Dalam kondisi tersebut, layanan diagnostik menjadi salah satu kebutuhan yang paling krusial untuk mendukung proses penanganan pasien.
Kehadiran mobile X-ray system di RSUD Langsa diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan lebih cepat, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mempercepat pengambilan keputusan medis.
Selain membantu proses pemulihan pascabencana, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan nasional menghadapi situasi darurat di masa depan.