- Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Utara akhir 2025 merusak fasilitas kesehatan serta menghambat akses medis.
- Fujifilm Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menghadirkan fasilitas mobile X-ray di RSUD Langsa, Aceh, pada April 2026.
- Teknologi diagnostik bergerak ini mempercepat pemeriksaan medis di sisi pasien guna memulihkan layanan kesehatan saat situasi darurat.
Suara.com - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir 2025 tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional berbagai fasilitas kesehatan.
Kerusakan infrastruktur dan terbatasnya akses layanan medis menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan, terutama untuk layanan diagnostik yang berperan penting dalam penanganan pasien.
Untuk membantu mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana, Fujifilm Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghadirkan fasilitas mobile X-ray system di RSUD Langsa, Aceh.
Teknologi ini memungkinkan tenaga medis melakukan pemeriksaan radiologi secara lebih fleksibel, termasuk langsung di sisi tempat tidur pasien.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak sekaligus mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi situasi darurat.
Teknologi Mobile X-Ray Percepat Diagnosis Pasien
Sebagai perusahaan global yang bergerak di bidang healthcare, electronics, dan imaging, Fujifilm menghadirkan solusi diagnostik yang dirancang untuk tetap berfungsi optimal di tengah keterbatasan kondisi lapangan.
Berbeda dengan sistem radiologi konvensional yang mengharuskan pasien datang ke ruang pemeriksaan, teknologi mobile X-ray memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi pasien berada.
Inovasi ini dinilai sangat penting dalam situasi pascabencana ketika banyak pasien mengalami keterbatasan mobilitas atau fasilitas kesehatan belum sepenuhnya pulih.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, mengatakan teknologi kesehatan harus mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi untuk membantu tenaga medis memberikan pelayanan terbaik.
"Kami melihat bahwa teknologi harus mampu beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan harus dapat membantu tenaga kesehatan memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan secara berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, kami berharap solusi ini dapat mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan secara berkelanjutan," tambahnya.
Kemenkes Tekankan Pentingnya Kolaborasi Teknologi Kesehatan
Kerja sama antara Fujifilm Indonesia dan Kementerian Kesehatan ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada April 2026.