- Samsung berencana meluncurkan Galaxy Z Flip 8 pada 22 Juli 2026 dengan menggunakan chipset Snapdragon dan Exynos secara terpisah.
- Strategi dua chipset tersebut diterapkan untuk menyeimbangkan efisiensi biaya, performa, serta keterbatasan kapasitas produksi chip 2nm buatan Samsung sendiri.
- Pembagian wilayah pemasaran membedakan varian Snapdragon untuk pasar utama dan Exynos untuk wilayah Eropa, India, serta Korea Selatan.
Suara.com - Persaingan di pasar smartphone premium semakin ketat, terutama pada segmen ponsel lipat yang kini menjadi salah satu fokus utama produsen teknologi global.
Samsung dikabarkan tengah menyiapkan strategi berbeda untuk Galaxy Z Flip 8. Bocoran terbaru menyebutkan perusahaan asal Korea Selatan itu kemungkinan akan menggunakan dua jenis prosesor berbeda pada ponsel lipat terbarunya, yakni Snapdragon dari Qualcomm dan Exynos buatan Samsung sendiri.
Jika rumor ini terbukti benar, Galaxy Z Flip 8 akan menjadi salah satu perangkat lipat Samsung dengan pembagian chipset paling mencolok berdasarkan wilayah pemasaran.
Galaxy Z Flip 8 Berpotensi Gunakan Dua Chipset
Berdasarkan laporan yang beredar di kalangan industri, sebagian model Galaxy Z Flip 8 disebut akan ditenagai oleh chipset Exynos 2600 yang diproduksi Samsung, sementara versi lainnya menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dari Qualcomm.
Strategi ini dinilai sebagai upaya Samsung untuk menyeimbangkan antara performa, efisiensi biaya, dan ketersediaan pasokan chipset generasi terbaru.
Jika diterapkan, pasar Amerika Serikat, Kanada, China, dan Jepang disebut-sebut akan mendapatkan varian Snapdragon. Sementara itu, konsumen di Eropa, India, dan Korea Selatan kemungkinan akan menerima versi Exynos.
Snapdragon Kembali Jadi Andalan di Pasar Utama
Selama bertahun-tahun, Samsung dikenal mengandalkan chipset Snapdragon untuk sebagian besar lini ponsel lipatnya, sebagaimana melansir dari laman Gizmochina, Jumat (5/6/2026).
Namun pada generasi sebelumnya, perusahaan mulai memberikan peran yang lebih besar kepada Exynos dalam beberapa model tertentu.
Meski demikian, performa dan efisiensi termal masih menjadi perhatian utama pengguna ketika membandingkan chipset Exynos dengan Snapdragon.
Karena itu, penggunaan Snapdragon di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Kanada dinilai dapat membantu Samsung menjaga persepsi performa premium pada Galaxy Z Flip 8.
Di sisi lain, pemanfaatan Exynos memungkinkan perusahaan memperluas adopsi chipset internal sekaligus mengendalikan biaya produksi secara lebih efisien.
Diduga Terkait Produksi Chip 2nm Samsung
Sejumlah analis menilai strategi dua chipset ini juga bisa berkaitan dengan kapasitas produksi Exynos 2600 yang disebut menjadi salah satu chip pertama Samsung yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 2 nanometer (2nm).
Teknologi tersebut menjanjikan peningkatan performa sekaligus efisiensi energi dibanding generasi sebelumnya.
![Ilustrasi prosesor Exynos. [Samsung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/86942-ilustrasi-prosesor-exynos.jpg)
Namun pada tahap awal produksi, kapasitas manufaktur biasanya masih terbatas sehingga distribusi chipset perlu dilakukan secara selektif.
Kondisi ini membuat Samsung kemungkinan tetap mengandalkan Qualcomm untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang lebih besar.
Galaxy Z Flip 8 dan Z Fold 8 Diprediksi Meluncur Juli 2026
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Samsung, berbagai laporan industri memperkirakan Galaxy Z Flip 8 akan diperkenalkan bersamaan dengan Galaxy Z Fold 8 pada acara Galaxy Unpacked yang diperkirakan berlangsung sekitar 22 Juli 2026.
Kehadiran perangkat ini menjadi salah satu peluncuran smartphone yang paling dinantikan tahun ini, terutama karena Samsung diprediksi membawa sejumlah peningkatan pada sektor performa, kecerdasan buatan (AI), efisiensi baterai, dan desain perangkat.
Dampak bagi Pengguna
Apabila Samsung benar-benar menerapkan strategi chipset ganda pada Galaxy Z Flip 8, konsumen kemungkinan akan lebih memperhatikan perbedaan performa antarwilayah dibanding generasi sebelumnya.
Di satu sisi, langkah ini dapat mempercepat pengembangan dan adopsi chipset Exynos generasi baru.
Namun di sisi lain, Samsung perlu memastikan pengalaman pengguna tetap konsisten di seluruh pasar agar tidak memunculkan perbedaan signifikan antara varian Snapdragon dan Exynos.
Untuk saat ini, informasi tersebut masih sebatas rumor dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Samsung.
![Ilustrasi Qualcomm Snapdragon. [Qualcomm]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/20/67632-ilustrasi-qualcomm-snapdragon.jpg)
Namun bocoran ini menunjukkan bahwa perusahaan tampaknya masih melanjutkan strategi dual-chip yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan smartphone premiumnya.