-
Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70 bersaing ketat di pasar Indonesia.
-
Samsung Galaxy A17 4G unggul pada sektor layar AMOLED dan kamera OIS.
-
Infinix Hot 70 menawarkan baterai jumbo 6000 mAh dan performa gaming mumpuni.
Suara.com - Infinix Hot 70 resmi meluncur ke Indonesia pada Q2 2026 sebagai penantang Samsung Galaxy A17 4G. Adu spek Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70 perlu kalian baca apabila bingung dalam memilih HP murah Rp3 jutaan.
Sebagai informasi, Infinix Hot 70 memori terendah (4GB/128GB) memang hanya dibanderol Rp2,2 juta saja.
Meski begitu, model memori 8GB/128GB dan 6GB/256GB ditawarkan seharga Rp3,2 juta hingga Rp3,4 juta.
Itu langsung berhadapan melawan Samsung Galaxy A17 4G (8GB/128GB) yang dibanderol Rp3 juta.
Varian tertinggi Infinix Hot 70 (6GB/256GB) juga head-to-head menghadapi Samsung Galaxy A17 4G versi paling tinggi (8GB/256GB, Rp3,4 juta).
Kedua HP murah tersebut sama-sama mengandalkan chipset MediaTek serta memakai sensor kamera 50 MP. Berikut ringkasan spesifikasi Samsung Galaxy A17 4G:
![Samsung Galaxy A17 4G. [Samsung]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/02/25/50761-samsung-galaxy-a17-4g.jpg)
- OS: Android 15, One UI 7
- Chipset: MediaTek Helio G99 (6 nm)
- CPU: Octa-core (2x Cortex-A76 2.2 GHz + 6x Cortex-A55 2.0 GHz)
- GPU: Mali-G57 MC2
- RAM: 8GB
- Internal Memori: 128GB, 256GB (dukungan microSD hingga 2TB)
- Layar: 6,7 inci Super AMOLED, Full HD+ 1080 x 2340 piksel, refresh rate 90Hz, Gorilla Glass Victus
- Kamera utama: 50MP (wide, OIS) + 5MP (ultrawide) + 2MP (macro)
- Kamera depan: 13MP
- Baterai: 5.000 mAh, fast charging 25W
- Konektivitas: Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.3, USB Type-C, NFC (tergantung wilayah), GPS
- Jaringan: 2G / 3G / 4G LTE
- Dimensi: 164,4 x 77,9 x 7,5 mm
- Berat: 190 gram
- Skor AnTuTu: sekitar 380.000 poin (AnTuTu v10) berdasarkan performa chipset Helio G99
Ringkasan spesifikasi Infinix Hot 70:

- OS: Android 16, XOS 16
- Chipset: MediaTek Helio G100 Ultimate (6 nm)
- CPU: Octa-core (2x Cortex-A76 2.2 GHz + 6x Cortex-A55 2.0 GHz)
- GPU: Mali-G52 MC2
- RAM: 4GB, 6GB, 8GB LPDDR4X
- Internal Memori: 128GB, 256GB UFS 2.2
- Layar: IPS LCD 6,78 inci, resolusi 720 x 1576 piksel, refresh rate 120Hz
- Kamera utama: 50MP (wide) + kamera tambahan
- Kamera depan: 8MP
- Baterai: 6000 mAh, fast charging 45W
- Konektivitas: Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.4, GPS, NFC, USB Type-C, Infrared
- Jaringan: GSM / HSPA / LTE (4G)
- Dimensi: 167,9 x 79,1 x 7,5 mm
- Berat: 195 gram
- Skor AnTuTu: diklaim sekitar 435.000 poin (AnTuTu v11) untuk chipset Helio G100 Ultimate
"Berbekal Helio G100 dengan media penyimpanan yang masih oke buat gaming. Nah, kelebihan berikutnya ada pada segi performanya, karena Infinix Hot 70 menggunakan chipset MediaTek Helio G100 dengan fabrikasi 6 nanometer dengan clock speed mencapai 2.2 GHz. Dan buat kelas entry sampai mid-range murah, chipset ini masih cukup menarik. Apalagi dipadu dengan RAM LPDDR4X dengan media penyimpanan UFS 2.2, jadi kebutuhan seperti multitasking, scrolling, ataupun bermain game ringan hingga menengah, masih cukup aman banget," ungkap YouTube Forum Gadget.
Di sisi lain, Samsung Galaxy A17 4G menerima banyak pujian, terutama pada sektor layar.
"Galaxy A17 4G memiliki layar Super AMOLED 6,7 inci yang besar dengan resolusi Full HD+ (1080 × 2340 piksel), kepadatan piksel ~385 ppi yang tajam, dan kecepatan refresh 90Hz mulus. Warna terlihat cerah, hitam pekat, dan visibilitas di luar ruangan bagus berkat tingkat kecerahan puncak yang kuat yang khas dari panel AMOLED Samsung. Bagian depan dilindungi oleh Gorilla Glass Victus+, yang menambah kepercayaan terhadap goresan dan benturan ringan, sementara peringkat IP54 menawarkan perlindungan debu dasar dan ketahanan terhadap percikan air. Dari segi konstruksi dan kinerja, Galaxy A17 4G menyeimbangkan daya tahan dan kenyamanan dengan baik," tulis blog teknologi OI Spice.
Desain dan Layar

Dari sisi desain, Samsung Galaxy A17 4G tampil lebih kalem dan minimalis, khas keluarga Galaxy A Series.
Bodinya berdimensi 164,4 x 77,9 x 7,5 mm dengan bobot 190 gram, sehingga terasa kompak dan mudah digenggam satu tangan.
Modul kamera berbentuk pil simpel tanpa ornamen berlebihan, cocok buat kamu yang suka tampilan elegan dan profesional.
Di sisi lain, Infinix Hot 70 justru tampil lebih berani dengan konsep Dynamic Shine Design.
Bodinya berdimensi 167,92 x 79,12 x 7,49 mm dengan bobot 195 gram, sedikit lebih besar dan berat dibanding Galaxy A17 4G.
Modul kamera perangkat disebut Crystal Mood Island, dilengkapi lampu notifikasi Active Halo Lighting, plus ada varian Thermo Orange yang bisa berubah warna sesuai suhu sekitar.
Buat anak muda yang suka tampil beda, desain Hot 70 jelas lebih playful. Untuk layar, ini jadi salah satu titik krusial.
Galaxy A17 4G mengusung panel Super AMOLED 6,7 inci FHD+ dengan refresh rate 90Hz.
Kualitas warna, kontras, dan ketajamannya jelas lebih unggul karena teknologi AMOLED memang dikenal punya warna lebih hidup dan hitam lebih pekat.
Sementara itu, Infinix Hot 70 memakai panel IPS LCD 6,78 inci dengan resolusi HD+ saja, namun dibekali refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz.
Artinya, scrolling medsos dan gaming ringan akan terasa lebih mulus di Hot 70, tapi dari sisi ketajaman dan kualitas warna, Galaxy A17 4G masih lebih unggul berkat panel AMOLED dan resolusi FHD+.
Performa Chipset
Ini adalah duel yang menarik karena kedua chipset ini sebenarnya berasal dari "keluarga" yang sama.
MediaTek Helio G100 Ultimate yang digunakan Infinix Hot 70 merupakan evolusi dari Helio G99 yang dipakai Samsung Galaxy A17 4G.
Keduanya sama-sama dibangun dengan fabrikasi 6nm, konfigurasi CPU octa-core (2x Cortex-A76 2,2GHz + 6x Cortex-A55 2,0GHz), dan GPU Mali-G57 MC2 yang identik.
Perbedaannya lebih terasa di optimasi software dan tuning clock speed, sehingga Helio G100 Ultimate biasanya unggul tipis dalam beberapa skenario benchmark dan manajemen daya.
Dari sisi skor AnTuTu, Helio G100 Ultimate di Infinix Hot 70 diklaim mencapai sekitar 435.000 poin (AnTuTu v11), sementara Helio G99 di Galaxy A17 4G berada di kisaran 380.000 poin (AnTuTu v10).
Namun perlu diingat, AnTuTu v10 dan v11 punya bobot skoring yang berbeda, jadi perbandingan angka mentah ini sebaiknya dipakai sebagai gambaran kasar saja, bukan patokan mutlak.
Secara praktik, kedua chipset ini sama-sama nyaman untuk kebutuhan harian: media sosial, streaming video, multitasking ringan, dan game-game populer di setting grafis menengah seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile setting rendah-sedang.
Soal RAM, Galaxy A17 4G menawarkan RAM Plus hingga tambahan 8GB, sedangkan Hot 70 punya fitur ekspansi RAM dinamis dengan besaran yang sama.
Kamera
Buat kamu yang aktif bikin konten di media sosial, sektor kamera jadi pertimbangan penting.
Samsung Galaxy A17 4G membawa konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 50MP (f/1.8) yang sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization), kamera ultrawide 5MP, dan kamera makro 2MP.
Adanya OIS ini membuat hasil foto dan video lebih stabil dan minim blur, terutama saat kondisi tangan tidak stabil atau pencahayaan kurang ideal. Kamera depannya juga lebih besar, yaitu 13MP, cukup nyaman untuk selfie dan video call.
Infinix Hot 70 hanya mengandalkan kamera utama 50MP (f/1.85) dengan autofocus tanpa OIS, ditambah kamera sekunder yang spesifikasinya belum dirinci resmi. Kamera depannya pun lebih kecil, hanya 8MP.
Dari segi konfigurasi di atas kertas, Galaxy A17 4G terlihat lebih lengkap dan unggul untuk kebutuhan fotografi dan dokumentasi konten, terutama berkat kombinasi OIS dan kamera ultrawide yang tidak dimiliki Hot 70.
Meski begitu, Infinix Hot 70 tetap mendukung perekaman video hingga resolusi 2K 30fps, jadi tetap memadai untuk kebutuhan konten media sosial sehari-hari, hanya saja belum sefleksibel Galaxy A17 4G untuk variasi angle foto.
Baterai dan Charging

Di sektor ini, Infinix Hot 70 unggul cukup signifikan. Baterainya berkapasitas 6.000 mAh, lebih besar 1.000 mAh dibanding Galaxy A17 4G yang "hanya" 5.000 mAh. Hot 70 juga didukung fast charging 45W, jauh lebih cepat dibanding 25W milik Galaxy A17 4G.
Bonusnya, Hot 70 juga punya fitur reverse charging 10W, jadi bisa dipakai sebagai power bank darurat untuk perangkat lain seperti earphone TWS atau smartwatch.
Buat kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari tanpa sempat charging, kombinasi baterai jumbo dan fast charging cepat dari Hot 70 jelas jadi nilai tambah besar.
Di sisi lain, Galaxy A17 4G dengan baterai 5.000 mAh dan charging 25W tetap memadai untuk pemakaian normal harian, namun waktu pengisian dayanya akan terasa lebih lama dibanding Hot 70.
Software
Untuk urusan software, Samsung Galaxy A17 4G punya keunggulan telak. HP ini menjalankan Android 15 dengan One UI 7, dan dijamin mendapat update hingga 6 generasi Android serta patch keamanan dalam jangka waktu yang sama. Ini artinya, Galaxy A17 4G berpotensi tetap mendapat update software hingga beberapa tahun ke depan, jauh melampaui rata-rata HP di kelas harga sejenis.
Infinix Hot 70 menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16 yang lebih segar, lengkap dengan fitur AI seperti Folax (asisten pribadi mirip Gemini) dan AI FlashMemo. Namun, jaminan update-nya "hanya" 3 kali upgrade OS dan 5 tahun patch keamanan.
Kesimpulan
Pilih Samsung Galaxy A17 4G kalau kamu mengutamakan kualitas layar AMOLED, kamera dengan OIS untuk konten yang lebih stabil, dan jaminan update software jangka panjang.
HP ini cocok buat pelajar, mahasiswa, atau pekerja kantoran yang ingin HP "aman" dipakai lama tanpa banyak drama software.
Kalian bisa membeli Infinix Hot 70 kalau butuh baterai super awet untuk aktivitas seharian penuh, suka layar dengan refresh rate tinggi untuk scrolling dan gaming yang mulus, serta menginginkan performa chipset sedikit lebih kencang dengan harga lebih miring.