- Meta meluncurkan kacamata pintar Meta Glasses seharga mulai 299 dolar AS untuk memperluas adopsi perangkat AI wearable.
- Perangkat hasil kolaborasi dengan EssilorLuxottica ini mengandalkan teknologi AI multimodal tanpa layar untuk berbagai aktivitas pengguna harian.
- Kacamata yang memiliki daya tahan baterai delapan jam ini sudah tersedia secara global melalui berbagai kanal penjualan resmi.
Suara.com - Meta resmi meluncurkan lini kacamata pintar terbaru bernama Meta Glasses dengan harga mulai 299 dolar AS atau sekitar Rp5,35 juta.
Langkah ini menjadi strategi terbaru perusahaan untuk memperluas adopsi perangkat AI wearable dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding generasi sebelumnya.
Kacamata pintar terbaru ini dikembangkan Meta bersama perusahaan kacamata global, EssilorLuxottica. Kehadirannya sekaligus mempertegas ambisi Meta dalam memperluas ekosistem perangkat AI yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Harga Lebih Murah, Targetkan Pengguna Lebih Luas
Meta Glasses dibanderol mulai 299 dolar AS atau sekitar Rp5,35 juta, lebih murah sekitar 80 dolar AS dibandingkan generasi kedua Ray-Ban Meta yang diluncurkan tahun lalu.
Strategi penurunan harga ini dinilai sebagai upaya Meta untuk mengurangi hambatan masuk bagi konsumen yang ingin mencoba perangkat AI wearable.
Meta menghadirkan tiga pilihan desain utama, yakni Adventurer dengan model bingkai persegi klasik, Fury yang memiliki desain lebih tebal dan kokoh, serta Starfire yang dikembangkan bersama selebritas Kylie Jenner.
Varian Starfire hadir dengan desain oval yang lebih premium dan dibanderol 399 dolar AS atau sekitar Rp7,14 juta.
Secara keseluruhan, Meta menawarkan 26 konfigurasi berbeda yang mencakup berbagai pilihan warna, seperti hitam, hijau, dan motif tortoise shell, serta beragam jenis lensa mulai dari lensa resep, polarized hingga photochromic.
Tanpa Layar, Andalkan AI Multimodal
Berbeda dengan sejumlah kacamata pintar lain yang mengusung layar augmented reality (AR), Meta Glasses tetap mempertahankan konsep tanpa layar.
Perangkat ini mengandalkan kamera internal, speaker open-ear, dan sistem multi-mikrofon untuk mendukung berbagai fungsi seperti panggilan telepon, perekaman media, hingga interaksi berbasis suara.
Untuk meningkatkan kenyamanan, Meta menambahkan bantalan hidung yang dapat disesuaikan dalam tiga arah sehingga lebih fleksibel digunakan berbagai bentuk wajah.
Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah kehadiran Muse Spark, model AI multimodal terbaru yang dikembangkan Meta.
Melalui tombol fisik khusus, pengguna dapat mengaktifkan asisten AI untuk mengajukan pertanyaan berdasarkan objek yang sedang dilihat, menerjemahkan percakapan secara real-time, hingga mengambil foto dan video tanpa menggunakan tangan.
Meta juga menambahkan dukungan 14 bahasa baru untuk fitur penerjemahan langsung, serta tengah menyiapkan fitur navigasi pejalan kaki berbasis audio yang mampu memberikan petunjuk arah secara real-time.
![Meta Glasses. [Meta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/24/50243-meta-glasses.jpg)
Baterai Tahan Seharian
Dari sisi daya tahan, Meta Glasses diklaim mampu digunakan hingga delapan jam secara terus-menerus dalam sekali pengisian daya.
Perangkat ini juga dilengkapi casing pengisi daya lipat yang dapat menambah masa pakai baterai hingga 40 jam.
Kemampuan tersebut membuat Meta Glasses dirancang untuk mendukung aktivitas harian, mulai dari bekerja, bepergian, hingga menikmati hiburan tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
Meta Percepat Adopsi Perangkat AI Wearable
Peluncuran Meta Glasses menunjukkan langkah agresif Meta dalam memperluas pasar perangkat AI wearable.
Dengan harga yang lebih terjangkau dibanding generasi sebelumnya, perusahaan berharap semakin banyak konsumen dapat merasakan manfaat teknologi AI yang terintegrasi langsung dalam perangkat sehari-hari.
Meta Glasses sudah tersedia melalui kanal penjualan resmi Meta, serta sejumlah retailer besar seperti Amazon, Best Buy, LensCrafters, dan Sunglass Hut.