- Kaspersky melaporkan bahwa hubungan digital yang masih terikat setelah perpisahan berisiko memicu penguntitan siber berbahaya.
- Pengguna harus melakukan audit akun, memutuskan perangkat asing, dan memakai kata sandi unik demi keamanan.
- Pencabutan akses layanan finansial, penyimpanan awan, dan perangkat pintar diperlukan untuk mengembalikan kedaulatan data.
Jika perangkat-perangkat ini tetap terhubung pada akun bersama, maka rumah tinggal yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi alat pemantauan jarak jauh yang sangat invasif.
![Ilustrasi Internet of Things (IoT). [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/23/49897-ilustrasi-internet-of-things-iot.jpg)
Menghapus Akses Finansial dan Cloud Terintegrasi
Keamanan finansial juga menjadi pilar utama. Menghapus kartu kredit atau debit dari akun marketplace milik mantan pasangan adalah langkah wajib guna menghindari penyalahgunaan data perbankan.
Begitu pula dengan fitur Family Sharing pada ekosistem Apple atau Google yang secara otomatis menyinkronkan foto dan lokasi.
Melalui alat inovatif seperti Privacy Checker, pengguna dapat dipandu untuk menyesuaikan konfigurasi privasi di berbagai sistem operasi dan browser secara spesifik.
Tujuannya adalah untuk mengembalikan kedaulatan data sepenuhnya ke tangan individu.
Pada akhirnya, kebersihan digital pasca-perpisahan bukan tentang permusuhan, melainkan tentang penegasan kembali batas-batas privasi di dunia maya.