- Kementerian Komdigi memastikan informasi tentang Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 adalah berita bohong.
- NASA menyatakan Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Bumi utara.
- Indonesia dipastikan tidak berada di jalur lintasan sehingga tidak dapat menyaksikan fenomena astronomi tersebut.
Suara.com - Belakangan ini beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa 2 Agustus 2026 akan terjadi Gerhana Matahari Total. Klaim tersebut membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya apakah fenomena langit yang langka itu benar-benar akan terjadi.
Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengklarifikasi bahwa narasi tersebut merupakan hoaks.
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga seluruh permukaan terang Matahari tertutup oleh Bulan.
Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada tepat di jalur bayangan inti Bulan (umbra). Di luar jalur tersebut, masyarakat umumnya hanya dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian.
Karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi harus sejajar secara sangat presisi, Gerhana Matahari Total termasuk fenomena astronomi yang relatif jarang terjadi di lokasi yang sama.
Lantas, kapan sebenarnya Gerhana Matahari Total berikutnya akan terjadi? Berikut penjelasannya.
Benarkah 2 Agustus 2026 Terjadi Gerhana Matahari Total?
Berdasarkan klarifikasi yang dimuat di situs resmi Komdigi, kabar mengenai Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 merupakan informasi yang keliru.

Komdigi mengutip penjelasan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, yang menyatakan bahwa gerhana matahari total yang ramai dibagikan di media sosial sebenarnya bukan terjadi pada 2026, melainkan 2 Agustus 2027.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai unggahan yang menyebut akan terjadi Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus tahun ini tanpa mengecek sumber resmi terlebih dahulu.
Kapan Gerhana Matahari Total Berikutnya?
Menurut data resmi NASA, Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.
Fenomena tersebut akan melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara, yaitu:
- Greenland.
- Islandia.
- Rusia bagian utara.
- Samudra Atlantik.
- Spanyol.
- Sebagian kecil wilayah barat laut Portugal.
Di kawasan-kawasan tersebut, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga langit berubah gelap selama beberapa menit pada siang hari.
Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian
Meski tidak semua wilayah berada di jalur totalitas, jutaan orang tetap dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal yang sama.
Menurut NASA, fenomena tersebut dapat diamati dari:
- Sebagian wilayah Amerika Serikat bagian utara, mulai Alaska hingga North Carolina.
- Sebagian besar Kanada.
- Sebagian besar Eropa.
- Wilayah barat laut Afrika.
Di daerah tersebut, hanya sebagian permukaan Matahari yang akan tertutup oleh Bulan.
Apa Itu Sunset Eclipse?
NASA juga menjelaskan bahwa masyarakat di bagian barat jalur gerhana, terutama di sebagian wilayah Eropa dan Afrika, berpeluang menyaksikan fenomena sunset eclipse.
Fenomena ini terjadi ketika Matahari sedang terbenam tetapi masih berada dalam kondisi gerhana sebagian. Akibatnya, cakram Matahari tampak seperti "tergigit" saat menghilang di balik cakrawala, menciptakan pemandangan yang tergolong langka.
Apakah Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia?
Berdasarkan jalur gerhana yang dipublikasikan NASA, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.
Karena itu, masyarakat Indonesia tidak dapat mengamati fenomena tersebut secara langsung dari wilayah Tanah Air.