- Kementerian Komdigi menindak aplikasi kencan Hornet pada Agustus 2026 setelah menerima aduan masyarakat terkait kampanye LGBTIQ+.
- Hornet terbukti tidak pernah mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik di Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional yang berlaku.
- Komdigi berkoordinasi dengan Apple App Store dan Google Play Store untuk menghapus aplikasi Hornet dari wilayah Indonesia.
Komdigi kemudian mengambil langkah dengan berkoordinasi dengan penyedia toko aplikasi. Pemerintah meminta Apple App Store dan Google Play Store melakukan delisting terhadap aplikasi Hornet sehingga layanan tersebut tidak lagi dapat diakses pengguna di Indonesia melalui kedua toko aplikasi tersebut.
“Kami sudah minta App Store dan Play Store agar aplikasi tersebut segera di-delisting. Ini bagian dari penegakan aturan terhadap platform yang tidak memenuhi kewajibannya di Indonesia,” kata Alexander.
Alexander menegaskan bahwa kewajiban mematuhi regulasi nasional berlaku bagi seluruh platform digital yang menyediakan layanan untuk masyarakat Indonesia. Menurut dia, ketentuan tersebut tidak membedakan asal negara, ukuran perusahaan, maupun jumlah pengguna suatu platform.
“Ruang digital Indonesia bukan ruang tanpa aturan. Setiap platform yang beroperasi di Indonesia harus mematuhi ketentuan hukum Indonesia,” tegas Alexander.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemerintah terhadap ruang digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar memeriksa konten yang beredar. Kepatuhan penyelenggara terhadap kewajiban hukum dan tata kelola sistem elektronik juga menjadi bagian dari pengawasan.
Komdigi menyatakan akan melanjutkan pemeriksaan terhadap laporan masyarakat serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia toko aplikasi. Pemerintah juga menyebut platform lain yang menyediakan layanan serupa dapat menjadi bagian dari proses pengawasan berikutnya.
“Prinsipnya sederhana, siapa pun yang ingin menyediakan layanan digital bagi masyarakat Indonesia harus hadir secara bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Alexander.