- Ericsson dan Kementerian Komunikasi dan Digital mendirikan 5G Innovation Center di BSD City untuk menguji solusi teknologi.
- Fasilitas tersebut bertujuan mengubah ide prototipe dari kompetisi menjadi penerapan nyata melalui kolaborasi lintas sektor industri.
- Peluncuran ini melibatkan sepuluh kota mitra guna memperluas pertumbuhan talenta dan ekosistem digital di berbagai daerah.
Suara.com - Memenangkan hackathon belum tentu membuat sebuah inovasi teknologi benar-benar digunakan di dunia nyata. Banyak ide berhenti sebagai prototipe setelah kompetisi berakhir dan tak pernah masuk ke tahap pengujian industri.
Tantangan inilah yang coba dijawab Ericsson bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui penguatan kolaborasi di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City.
Salah satu fokusnya adalah menghadirkan 5G Innovation Center (5GIC) sebagai ruang untuk mengembangkan, menguji, hingga memvalidasi solusi berbasis 5G, artificial intelligence (AI), dan Industry 4.0.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan letter of intent antara President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, bersama mitra ekosistem digital lainnya.
Berbeda dengan sekadar ruang pamer teknologi, 5GIC dirancang sebagai pusat open innovation yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, talenta digital, startup, dan komunitas untuk mencari solusi atas kebutuhan nyata di lapangan.
Tak Berhenti sebagai Ide di Atas Kertas
President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan salah satu tujuan utama 5G Innovation Center adalah membantu inovasi bergerak dari tahap awal menuju penerapan yang lebih nyata.
“Kami ingin membawa ide, termasuk yang lahir dari hackathon dan kolaborasi ekosistem, dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, pilot, hingga solusi yang siap dikembangkan dan diterapkan lebih luas,” ujar Nora melalui keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Pernyataan itu menyoroti persoalan yang kerap dihadapi inovasi teknologi.
Pengembangan sebuah aplikasi atau solusi dalam bentuk prototipe merupakan satu tahap, tetapi membuktikan bahwa teknologi tersebut mampu bekerja secara konsisten dan menjawab kebutuhan industri adalah tantangan berbeda.
Karena itu, kehadiran 5GIC di GSIH BSD City diharapkan dapat menyediakan ruang kolaborasi yang lebih terhubung antara pembuat teknologi dan calon pengguna.
Melalui pendekatan Pentahelix, berbagai pihak dilibatkan sejak awal, mulai dari pemerintah dan industri hingga akademisi, startup, komunitas, serta talenta digital.
Model ini diharapkan dapat memperkecil jarak antara pengembangan teknologi dan kebutuhan di sektor industri.
5G dan AI Didorong Jadi Solusi Nyata
Ericsson 5G Innovation Center akan menjadi salah satu wadah pengembangan solusi yang memanfaatkan kombinasi konektivitas 5G, AI, dan teknologi Industry 4.0.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI hasil pengembangan Future of Tech, pemenang Ericsson Hackathon 2025.
![Ilustrasi teknologi 5G. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/04/87929-ilustrasi-teknologi-5g.jpg)
Platform ini dirancang untuk mengolah data operasional menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan tindakan.
Kehadiran solusi seperti MINERVA menunjukkan arah pengembangan 5GIC yang tidak hanya berfokus pada teknologi sebagai demonstrasi, tetapi juga mendorong pemanfaatannya untuk menjawab persoalan operasional dan industri.
Dalam ekosistem seperti ini, 5G berperan lebih dari sekadar meningkatkan kecepatan internet.
Teknologi tersebut dapat menjadi infrastruktur untuk menghubungkan perangkat, sistem, dan data secara lebih cepat, yang kemudian dapat dikombinasikan dengan AI untuk menghasilkan analisis dan respons yang lebih terukur.
GSIH Jadi Titik Temu Ekosistem Digital
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan bahwa keberhasilan Garuda Spark Innovation Hub tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah kolaborasi yang terbentuk.
Menurutnya, yang lebih penting adalah hasil dan dampak dari inovasi tersebut bagi masyarakat.
GSIH BSD City dirancang sebagai ruang bersama yang menghubungkan berbagai unsur ekosistem digital.
Peluncurannya juga terhubung secara hybrid dengan 10 kota mitra, dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, industri, akademisi, startup, dan investor.
Model tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertumbuhan ekosistem digital agar tidak hanya terpusat di satu wilayah.
![Kolaborasi Ericsson dan Komdigi dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City. [Ericsson]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/28/27385-garuda-spark-innovation-hub-gsih-bsd-city.jpg)
“Dari BSD dan sepuluh kota mitra, kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” kata Meutya.
Pada akhirnya, tantangan pengembangan teknologi bukan hanya soal melahirkan lebih banyak ide.
Indonesia juga membutuhkan jalur yang mampu membawa ide tersebut melewati fase prototipe, diuji dalam kondisi nyata, menemukan pengguna, lalu berkembang menjadi solusi yang benar-benar digunakan.