- Pecahan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari untuk menyatakan bagian dari suatu benda utuh, seperti setengah kue atau tiga perempat pizza.
- Pecahan biasa terdiri dari pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.
- Memahami cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya dapat membantu mengerjakan soal Matematika dengan lebih mudah.
Sisa 1 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 3.
Jadi, 7/3 = 2 1/3.
Contoh 2
Ubahlah 11/4 menjadi pecahan campuran.
11 ÷ 4 = 2 sisa 3
Angka 2 menjadi bilangan bulat.
Sisa 3 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 4.
Jadi, 11/4 = 2 3/4.
Contoh 3
Ubahlah 17/5 menjadi pecahan campuran.
17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Angka 3 menjadi bilangan bulat.
Sisa 2 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 5.
Jadi, 17/5 = 3 2/5.

Cara Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa
Mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dilakukan dengan mengubah bilangan bulat dan pecahan menjadi satu pecahan.
Caranya cukup sederhana, yaitu kalikan bilangan bulat dengan penyebut, kemudian tambahkan hasilnya dengan pembilang. Penyebutnya tetap sama.
Langkah-Langkahnya
- Kalikan bilangan bulat dengan penyebut.
- Tambahkan hasil perkalian tersebut dengan pembilang.
- Tulis hasilnya sebagai pembilang baru.
- Pertahankan penyebutnya.
Rumus sederhananya adalah:
(Bilangan bulat × Penyebut) + Pembilang = Pembilang baru
Sementara itu, penyebut tetap.
Contoh 1
Ubahlah 2 1/3 menjadi pecahan biasa.
2 × 3 = 6
6 + 1 = 7
Penyebut tetap 3.
Jadi, 2 1/3 = 7/3.
Contoh 2
Ubahlah 3 2/5 menjadi pecahan biasa.
3 × 5 = 15
15 + 2 = 17
Penyebut tetap 5.
Jadi, 3 2/5 = 17/5.
Contoh 3
Ubahlah 4 3/7 menjadi pecahan biasa.
4 × 7 = 28
28 + 3 = 31
Penyebut tetap 7.
Jadi, 4 3/7 = 31/7.
Cara Mudah Mengingatnya
Agar tidak tertukar, ada cara sederhana untuk mengingat kedua proses tersebut.
Saat mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran, gunakan pembagian pembilang dengan penyebut, sedangkan saat mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, kalikan bilangan bulat dengan penyebut lalu tambahkan pembilang.
Contohnya, 17/5 dibagi menjadi 3 sisa 2 sehingga hasilnya 3 2/5. Sebaliknya, 3 2/5 dapat dikembalikan menjadi pecahan biasa dengan menghitung (3 × 5) + 2 = 17, sehingga hasilnya 17/5.
Dengan memahami pola tersebut, mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran maupun sebaliknya menjadi lebih mudah.
Kuncinya adalah memperhatikan pembilang, penyebut, hasil bagi, dan sisa pembagian agar tidak salah menuliskan hasil akhir.