- Netizen ciptakan kosakata baru viral menggunakan nama politisi terkenal.
- Tren bermula dari percakapan santai di platform aplikasi WhatsApp.
- Nama tokoh publik kini diubah menjadi ragam kata keseharian.
Suara.com - Viral di media sosial, netizen menggunakan kosakata baru dalam percakapan. netizen berinovasi dengan menggunakan nama tokoh publik dan politisi sebagai kata ganti untuk kata kerja maupun kata sifat dalam percakapan sehari-hari.
Tren bahasa gaul ini dengan cepat menyebar melintasi berbagai platform daring. Pengguna media sosial merasa terhibur dengan gaya komunikasi unik yang menyisipkan nama figur terkenal ini.
Kemunculan kosakata unik tersebut berawal dari unggahan viral di platform Threads. Seorang warganet membagikan tangkapan layar berisi percakapan WhatsApp yang mempraktikkan gaya bahasa baru yang sedang naik daun ini.
Dalam tangkapan layar yang beredar luas, terlihat interaksi santai yang sarat akan istilah baru. Penggunaan nama tokoh ini mengalir begitu saja layaknya bahasa pergaulan normal di tengah masyarakat.
"Besok kita ganjar jam berapa enaknya?" tanya seseorang.
"Baru sampai kantor, jam 6 kepagian nggak? nginep ruma w aja" jawab lawan bicaranya.
"Males banget sabtu-sabtu masih pramono" balasnya kembali.
Unggahan percakapan tersebut sontak memancing reaksi beragam dari kalangan pengguna internet. Banyak yang awalnya merasa bingung, namun pada akhirnya justru tertarik untuk ikut menggunakan istilah-istilah tersebut.
Fenomena ini semakin meluas ketika akun Instagram @nasehat_pendaki turut membagikan contoh kalimat dengan konteks serupa. Unggahan ini berhasil memicu gelak tawa pengikutnya berkat kreativitas perangkaian kata yang sangat di luar dugaan.
"Daripada Anies di kamar terus kebiasaan Gibran bikin badan Prabowo pikiran Purbaya, mending naik gunung gapapa KDM juga, SBY aja asal jangan Bahlil" tulis @Nasehat_pendaki di Instagram.
Kalimat tersebut mungkin terdengar asing bagi sebagian orang yang belum mengikuti tren terbaru ini. Nyatanya, nama-nama tokoh itu telah beralih fungsi menjadi kata ganti untuk serangkaian makna khusus.
Kreativitas warganet dalam mengolah kosakata baru viral memang seolah tidak ada habisnya. Penggunaan nama tokoh publik ini dinilai sebagai bentuk ekspresi humor yang menyegarkan di tengah padatnya arus informasi.
Pergeseran makna nama menjadi kata kerja atau kata sifat sering disebut sebagai eponim dalam dunia linguistik. Namun di tangan netizen Indonesia, konsep ini disulap menjadi tren bahasa gaul yang sangat kasual dan menghibur.
Bagi Anda yang ingin memahami konteks pembicaraan kekinian, mengetahui makna di balik nama-nama ini menjadi sangat penting. Dirangkum Suara.com dari postingan akun Instagram @nasehat_pendaki, fenomena ini melahirkan kamus tersendiri.
Berikut ini adalah deretan arti kosakata baru yang sedang viral dan ramai digunakan di media sosial:
- Gibran: Kosong, diam, plonga-plongo
- Tedy: Sok sibuk
- Jokowi: Pembohong, keluyuran, penipu
- Prabowo: Asbun (asal bunyi), gemoy, pikun
- KDM: Caper, sibuk ngonten
- Anies: Nganggur, pengangguran
- Ganjar: Lari, nonton b*k*p
- BJ. Habibie: Pintar
- Nanik: Nangis
- Cak Imin: Saya tidak tahu
- Purbaya: Pusing
- Raffi: Nyuci
- Meutya: Blokir, take down
- Bahlil: Bego, gosong, perusak alam
- Isam: Serakah
- Febrie: Emas
- Megawati: Sok cantik
- Ridwan Kamil: Selingkuh
- Hercules: Kang bully, biadab
- Bu Susi: Tenggelam
- Raja Juli: Ngiang, ghosting, main domino
- Risky Aspri: Kecap
- Sherly: Cantik
- Pramono: Kerja
- Ahok: Marah-marah
- Qodari: Menjilat, penjilat
- Ma'aruf Amin: Diam
- Ijazah Jokowi: Palsu
- Uya Kuya: Nyolot
- Sahroni: Pelenger
- SBY: Santai
Kehadiran daftar kosakata di atas membuktikan kekuatan internet dalam merancang tren gaya hidup yang masif. Tidak menutup kemungkinan akan muncul lebih banyak nama tokoh yang ikut terseret ke dalam fenomena ini ke depannya.