- BRIN Indonesia menjelaskan bahwa hukum Archimedes menyatakan benda dalam air mendapat gaya ke atas dari fluida.
- Kapal laut didesain memiliki volume besar serta rongga udara agar densitas totalnya lebih rendah daripada air.
- Bentuk lambung kapal yang besar mampu memindahkan banyak air sehingga menghasilkan gaya apung penahan berat kapal.
Prinsip yang sama menjelaskan mengapa dua benda dari material serupa dapat menunjukkan perilaku berbeda ketika dimasukkan ke air.
BRIN menggambarkannya melalui tanah liat yang dibentuk menjadi bola padat dan mangkuk, dengan mangkuk memiliki bentuk lebih lebar sehingga mampu memindahkan air lebih banyak.
“Dengan membuat kapal berukuran besar, kapal dapat memindahkan cukup banyak air sehingga gaya apung yang dihasilkan mampu menahan berat kapal.”
Artinya, ukuran dan bentuk lambung menjadi bagian penting dari kemampuan kapal untuk tetap berada di permukaan.
Jadi, kapal laut yang terbuat dari besi tidak mengapung karena besinya lebih ringan daripada air. Kapal dapat mengapung karena konstruksinya memiliki volume besar, rongga berisi udara, serta bentuk lambung yang memungkinkan gaya apung bekerja cukup kuat untuk menahan keseluruhan berat kapal.
Dengan memahami hukum Archimedes, fenomena kapal besi yang mengapung sebenarnya bukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat besi. Materialnya memang berat, tetapi rancangan kapal membuat berat tersebut tersebar dalam volume yang besar sehingga kondisi keseimbangan antara berat kapal dan gaya apung dapat tercapai.