- Operator telekomunikasi XLSMART menaikkan investasi capex 2026 menjadi Rp20 triliun untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan BTS.
- Dana tambahan tersebut dialokasikan untuk memperluas layanan 5G serta mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
- Merza Fachys menyatakan penguatan jaringan di Jakarta pada Jumat tersebut bertujuan memenuhi lonjakan kebutuhan konektivitas layanan digital.
Suara.com - Kecerdasan buatan atau AI kian masuk ke berbagai layanan digital. Namun, di balik kemampuan AI yang semakin canggih, ada kebutuhan lain yang ikut membengkak: data dan konektivitas.
Semakin masif penggunaan AI, cloud, hingga layanan digital membuat kebutuhan terhadap jaringan yang cepat dan stabil terus meningkat.
Kondisi inilah yang mendorong operator telekomunikasi memperkuat infrastruktur untuk menampung pertumbuhan trafik di masa depan.
XLSMART menjadi salah satu operator yang menambah investasi jaringan tahun ini.
Perusahaan meningkatkan panduan capitalized capex 2026 dari sebelumnya Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
Tambahan investasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, memperluas layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan perkembangan AI, cloud, dan adopsi layanan digital membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas terus meningkat.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya dinilai dari jumlah BTS atau luas cakupan jaringan, tetapi juga dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dan dunia usaha.
“Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah,” kata Merza dalam Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9/2026).
AI Butuh Jaringan yang Kuat
Kebutuhan jaringan menjadi semakin penting ketika aktivitas digital terus berkembang. AI dan layanan berbasis cloud bergantung pada proses pertukaran data, sementara penggunaan layanan digital yang semakin luas ikut meningkatkan konsumsi jaringan.
Karena itu, XLSMART menyiapkan penguatan kapasitas sekaligus perluasan jangkauan melalui pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Spektrum 700 MHz akan digunakan untuk mendukung jangkauan jaringan dan penetrasi sinyal yang lebih baik.
Sementara spektrum 2,6 GHz menyediakan kapasitas lebih besar untuk kawasan dengan konsumsi dan kepadatan trafik data tinggi.
![Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam. [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/05/75468-direktur-dan-chief-technology-officer-xlsmart-shurish-subbramaniam.jpg)
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengatakan implementasi kedua spektrum dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah.
Prioritas pengembangan diberikan kepada wilayah yang membutuhkan perluasan jangkauan serta kawasan dengan pertumbuhan trafik data tinggi.
“Pendekatan berbasis kebutuhan ini penting untuk memastikan setiap pengembangan jaringan memberikan peningkatan kualitas yang relevan bagi pelanggan,” ujar Shurish.
Percepat 5G
Selain memperkuat jaringan yang ada, sebagian investasi juga diarahkan untuk mempercepat pengembangan 5G.
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 50 kota. Jaringan tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dengan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.
Peningkatan investasi menjadi Rp20 triliun juga akan mendukung pemanfaatan spektrum baru dan mempercepat sejumlah investasi jaringan yang sebelumnya direncanakan dilakukan pada tahun berikutnya.
Pengembangan jaringan 5G sendiri dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan kesiapan ekosistem.
Di tengah meningkatnya kebutuhan data, kualitas jaringan menjadi faktor yang semakin penting.
Berdasarkan analisis Speedtest Intelligence pada semester pertama 2026, jaringan XLSMART yang digunakan pelanggan melalui layanan XL meraih penghargaan Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia dari Ookla.
![Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys. [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/05/45578-direktur-dan-chief-regulatory-officer-xlsmart-merza-fachys.jpg)
Jaringan Bukan Lagi Sekadar Soal Sinyal
Investasi infrastruktur juga menunjukkan perubahan peran jaringan telekomunikasi.
Jaringan kini bukan hanya digunakan untuk telepon atau mengakses internet, tetapi menjadi fondasi bagi semakin banyak layanan digital.
Akses konektivitas yang lebih luas membuka peluang pemanfaatan layanan pendidikan, layanan publik, transaksi digital, hingga membantu UMKM memperluas pasar.
XLSMART juga memperluas layanan digital melalui kolaborasi dengan mitra, salah satunya bersama Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan.
Memasuki paruh kedua 2026, perusahaan akan memusatkan pengembangan pada peningkatan pengalaman pelanggan, optimalisasi spektrum, perluasan 5G dan ekosistemnya, serta penguatan layanan digital.
Ketika AI dan cloud terus mendorong kebutuhan data ke level yang lebih tinggi, pertarungan teknologi tidak hanya terjadi pada aplikasi atau perangkat yang digunakan masyarakat.
Di belakang layar, ada jaringan yang harus terus diperkuat. Suntikan investasi Rp20 triliun dari XLSMART menjadi salah satu gambaran bagaimana operator mulai menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi era ketika layanan digital semakin haus akan data dan konektivitas.