Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 06 September 2026 | 19:30 WIB
Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai
Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu hujan abu hingga wilayah Jabodetabek.

  • Dentuman keras dan lontaran lava pijar membahayakan radius steril tiga kilometer.

  • Longsoran bodi gunung ke laut berpotensi memicu gelombang tsunami susulan.

Suara.com - Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Berada pada status Siaga atau Level III, gunung api yang tumbuh di bekas kaldera legendaris Krakatau 1883 ini menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa diremehkan.

Jika Gunung Anak Krakatau meletus, ada sejumlah skenario fenomena alam yang akan terjadi, mulai dari gangguan kesehatan hingga ancaman bagi penduduk di sepanjang pesisir Banten dan Lampung.

Berikut adalah ulasan mengenai apa yang akan terjadi jika Gunung Anak Krakatau meletus, berdasarkan data PVMBG dan fakta sejarahnya:

Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

1. Hujan Abu Vulkanik dan Gangguan Napas

Fenomena paling umum adalah semburan abu vulkanik. Angin dapat membawa abu ini menyebar ke berbagai wilayah di sekitar Selat Sunda, bahkan hingga menjangkau provinsi lain seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Karena abu vulkanik bersifat abrasif (mengikis) dan asam, kondisi ini berisiko menyebabkan iritasi mata, kulit, hingga gangguan pernapasan akut (ISPA) bagi masyarakat yang terpapar.

2. Suara Dentuman dan Getaran

Erupsi tipe magmatik sering kali menghasilkan suara gemuruh dan dentuman keras yang terdengar dari jarak jauh.

baca juga

Tak jarang, energi dari dentuman ini mampu membuat pintu dan jendela rumah warga di kawasan pesisir bergetar hebat.

3. Lontaran Lava Pijar

Dalam jarak dekat, Anak Krakatau akan memuntahkan lava pijar dan bebatuan pijar di sekitar kawah aktif.

Fenomena ini menciptakan pemandangan yang mencekam
sekaligus berbahaya, sehingga radius 3 kilometer dari kawah harus steril dari aktivitas manusia.

4. Ancaman Longsoran Bawah Laut dan Tsunami

Dampak ini adalah skenario yang paling diwaspadai. Meski tidak semua letusan memicu tsunami, tapi Badan Geologi mengingatkan adanya potensi tersebut jika terjadi ketidakstabilan lereng.

Tsunami terjadi jika letusan besar memicu longsoran badan gunung ke dalam laut (flank collapse), mirip dengan peristiwa maut pada Desember 2018 silam.

Belajar dari Sejarah Dahsyat Krakatau 1883

Potensi bahaya Anak Krakatau selalu dikaitkan dengan "induknya", yaitu Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada tahun 1883.

Letusan kala itu menjadi salah satu bencana terbesar dalam sejarah manusia dengan dampak global:

  • Tsunami dan Korban Jiwa: Menewaskan sekitar 36.000 jiwa akibat awan panas dan tsunami raksasa.
  • Dunia Menjadi Gelap: Atmosfer tertutup debu vulkanik hingga membuat beberapa negara gelap selama 2,5 hari.
  • Penurunan Suhu Global: Hamburan debu mencapai Norwegia dan New York, menyebabkan suhu rata-rata global turun 1,2 derajat Celcius selama setahun.
  • Lahirnya "Sang Anak": Setelah puncak Krakatau sirna pada 1883, muncul Gunung Anak Krakatau ke permukaan laut pada tahun 1927.

Anak Krakatau dikenal sebagai gunung yang sangat aktif "tumbuh". Setiap tahunnya, ketinggian gunung ini bertambah sekitar 6 hingga 12 meter.

Saat ini, ketinggiannya diperkirakan telah mencapai 230 meter di atas permukaan laut.

Pertumbuhan yang cepat ini terus dipantau karena berkaitan dengan stabilitas struktur tubuh gunung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Terpaksa Pulang ke Surabaya dari Lampung via Darat

Efek Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Terpaksa Pulang ke Surabaya dari Lampung via Darat

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 18:45 WIB

Abu Vulkanik GAK Ancam Kesehatan Siswa, Sekolah di Serang hingga Jakarta Beralih Daring

Abu Vulkanik GAK Ancam Kesehatan Siswa, Sekolah di Serang hingga Jakarta Beralih Daring

News | Minggu, 06 September 2026 | 18:17 WIB

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Kemdiktisaintek Izinkan Kampus Gelar Kuliah Hybrid

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Kemdiktisaintek Izinkan Kampus Gelar Kuliah Hybrid

News | Minggu, 06 September 2026 | 18:09 WIB

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 15:48 WIB

4 Rekomendasi Gentle Cleanser Low pH untuk Jaga Skin Barrier, Kulit Lembap Tanpa Sensasi Ketarik

4 Rekomendasi Gentle Cleanser Low pH untuk Jaga Skin Barrier, Kulit Lembap Tanpa Sensasi Ketarik

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 17:12 WIB

Lawan Kerontokan! Ini 5 Rekomendasi Sampo agar Rambut Kuat dan Lebat

Lawan Kerontokan! Ini 5 Rekomendasi Sampo agar Rambut Kuat dan Lebat

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×