Napas Anak Cepat Akibat Abu Krakatau? Jangan Tunggu Parah, Segera Lakukan Langkah Ini!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 07 September 2026 | 10:50 WIB
Napas Anak Cepat Akibat Abu Krakatau? Jangan Tunggu Parah, Segera Lakukan Langkah Ini!
Ilustrasi: Warga menggunakan masker saat berolahraga pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU
baca 10 detik
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia memperingatkan bahaya gangguan pernapasan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Abu vulkanik yang menyebar luas memicu risiko infeksi saluran pernapasan akut serta serangan asma pada anak.
  • Orang tua diminta segera bertindak membawa anak ke fasilitas medis jika muncul gejala sesak napas berbahaya.

Suara.com - Orang tua diminta tidak menganggap remeh gangguan pernapasan pada anak di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan, napas cepat hingga saturasi oksigen di bawah 94 persen merupakan tanda bahaya yang membutuhkan penanganan segera.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 September 2026 dan berstatus Siaga atau Level III menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Wahyuni Indawati mengatakan paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan akut pada anak.

"Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis, paparan ini dapat memicu serangan akut atau eksaserbasi yang berbahaya," jelas Wahyuni kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Menurut IDAI, risiko lebih tinggi dapat dialami anak dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk bayi dengan riwayat displasia bronkopulmonal serta anak dengan penyakit jantung bawaan.

Karena itu, orang tua diminta segera bertindak ketika anak menunjukkan tanda gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik.

"Kami mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap remeh gejala yang muncul," ujar Wahyuni.

Ilustrasi sesak napas pada balita [Foto: ANTARA]
Ilustrasi sesak napas pada balita [Foto: ANTARA]

Jangan Tunggu Gejala Memburuk

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengatakan keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas selama situasi darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

baca juga

"Jangan menunggu sampai gejala muncul, karena setiap tarikan napas anak kita saat ini adalah investasi untuk kesehatannya di masa depan," tegas Piprim.

IDAI melalui UKK Respirologi merekomendasikan anak dijauhkan dari lokasi yang terdampak letusan.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mengungsi, anak disarankan tetap berada di dalam rumah dengan kondisi tertutup rapat ketika kualitas udara memburuk, yakni saat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) lebih dari 100.

Orang tua juga diminta memastikan tidak ada sumber polusi tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok dan asap dapur.

Bagi anak yang memiliki riwayat asma atau alergi saluran napas, orang tua perlu memastikan obat-obatan rutin yang biasa digunakan tetap tersedia.

Selain itu, IDAI merekomendasikan orang tua memastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

News | Senin, 07 September 2026 | 10:35 WIB

Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi

Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi

News | Senin, 07 September 2026 | 10:23 WIB

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×