Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital

Dythia Novianty

Selasa, 08 September 2026 | 07:05 WIB
Bukan Cuma Hoaks, 7.908 Loker Luar Negeri Fiktif Jadi Ancaman di Ruang Digital
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Tim Patroli Siber Kemkomdigi dan BP2MI menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif di internet antara Januari hingga Agustus 2026.
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan di Jakarta Pusat pada Senin, 7 September 2026, bahwa penipuan berkedok lowongan kerja merupakan ancaman serius bagi masyarakat.
  • Pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat penindakan dan mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi kanal resmi sebelum memberikan data pribadi.

Suara.com - Penipuan di internet tidak selalu datang dalam bentuk informasi palsu yang sekadar menyesatkan. Bagi pencari kerja, sebuah iklan lowongan fiktif bisa menjadi pintu masuk menuju kerugian yang lebih serius.

Ancaman tersebut terlihat dari banyaknya konten lowongan kerja luar negeri yang harus ditindak pemerintah.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa ruang digital tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari informasi pekerjaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyasar orang yang sedang mencari peluang kerja.

7.908 Loker Fiktif Diburu Patroli Siber

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai penipuan berkedok lowongan kerja merupakan ancaman serius bagi masyarakat.

"Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif. Ini menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Kami tidak akan membiarkan ruang digital menjadi sarana untuk menipu pencari kerja," ujar Meutya di Jakarta Pusat, Senin (07/09/2026).

Angka 7.908 menjadi sinyal bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai peredaran informasi palsu.

Ada kebutuhan masyarakat yang dimanfaatkan sebagai celah, terutama ketika internet menjadi salah satu sumber utama untuk menemukan lowongan pekerjaan.

baca juga

Ketika Lowongan Palsu Menyasar Pencari Kerja

Pencari kerja menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan ketika menerima informasi pekerjaan melalui internet.

Persoalannya, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk membedakan informasi yang valid dan konten yang dibuat untuk menipu. Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum mengambil langkah lebih jauh.

Meutya meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai tawaran pekerjaan yang ditemukan di ruang digital, terutama sebelum memastikan asal informasinya.

"Masyarakat juga harus memastikan informasi lowongan kerja berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data," pungkas Meutya.

Imbauan tersebut menjadi penting karena proses pencarian kerja sering kali melibatkan pemberian informasi pribadi. Verifikasi menjadi langkah awal untuk memastikan calon pelamar tidak berhadapan dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pemerintah Percepat Penindakan

Ilustrasi lowongan kerja (magnific)
Ilustrasi lowongan kerja (magnific)

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, Kemkomdigi dan BP2MI terus memperkuat koordinasi dalam penanganan konten lowongan kerja fiktif.

Meutya menegaskan pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan digital untuk menjadikan internet sebagai sarana mencari korban.

"Penindakan akan terus kami perkuat dan percepat bersama kementerian serta lembaga terkait. Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban," tegasnya.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi penting karena persoalan lowongan kerja fiktif tidak hanya berkaitan dengan konten digital.

Di sisi lain, ada masyarakat yang menjadi sasaran dan membutuhkan perlindungan ketika menggunakan internet untuk mencari pekerjaan.

Jangan Tunggu Jadi Korban

Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan konten mencurigakan atau indikasi penipuan lowongan kerja melalui kanal aduan resmi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital agar tidak semakin mudah dimanfaatkan untuk menipu masyarakat.

Banyaknya konten lowongan kerja luar negeri fiktif yang diturunkan sepanjang delapan bulan pertama 2026 pada akhirnya menunjukkan bahwa penipuan digital bukan sekadar persoalan hoaks.

ilustrasi hoaks. [Envato Elements]
ilustrasi hoaks. [Envato Elements]

Bagi pencari kerja, satu iklan palsu bisa berarti lebih dari sekadar informasi yang salah. Karena itu, sebelum mengejar peluang kerja yang ditemukan di internet, memastikan siapa yang menawarkan dan dari mana informasi tersebut berasal menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:38 WIB

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak, Tembus Rp8.093 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak, Tembus Rp8.093 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 10:56 WIB

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:55 WIB

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:54 WIB

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:53 WIB

×