Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata

Dythia Novianty

Rabu, 09 September 2026 | 08:45 WIB
Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata
Ilustrasi Startup. [Unpsplash]
baca 10 detik
  • Grab Indonesia mengumumkan lima startup terpilih dalam program akselerator Grab Ventures Velocity Batch 9 pada 9 September 2026.
  • Kelima startup tersebut mengembangkan solusi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan berbagai masalah nyata di berbagai sektor bisnis.
  • Para peserta mendapatkan kesempatan menjalankan proyek uji coba serta akses ekosistem untuk menyempurnakan solusi teknologi mereka.

Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) semakin ramai digunakan startup Indonesia. Namun, tantangannya bukan lagi sekadar membuat teknologi yang terlihat canggih, melainkan bagaimana AI benar-benar bisa dipakai untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi bisnis dan masyarakat.

Arah tersebut terlihat dalam Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. Program akselerator Grab Indonesia untuk startup tahap post-seed ini memilih lima startup yang mengembangkan solusi AI untuk kebutuhan yang sangat berbeda, mulai dari rekrutmen, operasional tenaga kerja, layanan keuangan, perdagangan, hingga rantai pasok protein halal.

Mengusung tema “Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem”, GVV Batch 9 ingin membawa pemanfaatan AI lebih dekat dengan kebutuhan nyata di berbagai sektor.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan pengalaman Grab dalam mengembangkan AI juga dibawa lebih dekat kepada para pendiri startup di Indonesia.

“Melalui GVV Batch 9, kami membawa pengalaman Grab dalam mengembangkan dan menerapkan AI lebih dekat kepada para startup founders di Indonesia," ucap dia dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

Sebagai perusahaan yang menerapkan pendekatan AI-First with Heart, dirinya mengungkapkan bahwa perusahaan mengembangkan inovasi berbasis AI untuk mendukung produktivitas, membantu Mitra meningkatkan penghasilan, dan memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi pengguna.

"Melalui kolaborasi dengan para peserta GVV, solusi yang mereka kembangkan dapat terus diuji dan disempurnakan agar relevan dengan kebutuhan pasar, masyarakat, serta ekosistem digital di Indonesia,” kata Neneng Goenadi.

Lima Startup, Lima Masalah Berbeda

Kelima startup yang masuk GVV Batch 9 menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak berhenti pada satu sektor. Teknologi ini justru mulai masuk ke persoalan yang lebih spesifik dan dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari.

baca juga

1. Algobash, membawa AI ke proses rekrutmen

Mencari kandidat yang tepat menjadi salah satu persoalan yang dihadapi perusahaan. Algobash mengembangkan solusi AI untuk rekrutmen dan talent assessment.

Teknologinya mencakup wawancara video berbasis AI, asesmen psikometri, hingga pengujian kemampuan teknis. Dengan pendekatan tersebut, proses penilaian kandidat dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai data dari tahapan seleksi.

2. Dash, mengatur operasional tenaga kerja di lapangan

Persoalan lain muncul dari perusahaan yang memiliki tenaga kerja frontline dan tersebar di berbagai lokasi.

Dash memanfaatkan AI untuk membantu pengelolaan operasional tersebut, mulai dari penjadwalan tenaga kerja, distribusi tugas, penggajian, hingga akses terhadap armada kendaraan listrik.

Artinya, AI tidak hanya digunakan untuk membaca data, tetapi juga ditempatkan dalam proses operasional yang berlangsung setiap hari.

Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. [Grab Indonesia]
Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. [Grab Indonesia]

3. Fineksi, menggunakan AI untuk keputusan kredit

Di sektor keuangan, Fineksi membawa AI ke proses yang membutuhkan pengolahan informasi dalam jumlah besar.

Startup ini memanfaatkan AI untuk membantu institusi keuangan melakukan penilaian risiko dan pengambilan keputusan kredit. Solusinya mencakup pengolahan dokumen, analisis laporan keuangan, hingga credit underwriting.

Penggunaan AI di sini diarahkan untuk membantu proses yang membutuhkan analisis sebelum keputusan finansial dibuat.

4. Grivy, menghubungkan pelanggan online dan penjualan offline

Perilaku konsumen kini tersebar di berbagai kanal. Seseorang bisa mencari informasi secara online, tetapi melakukan pembelian secara offline.

Grivy mengembangkan teknologi commerce intelligence untuk menghubungkan interaksi pelanggan secara online dengan penjualan offline. Solusinya mencakup atribusi online-to-offline (O2O), AI commerce agents, dan promosi digital.

Dengan pendekatan ini, bisnis dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai hubungan antara aktivitas digital konsumen dan transaksi di lapangan.

5. Sekilo, membawa AI ke rantai pasok protein halal

Sektor yang digarap Sekilo bahkan lebih spesifik. Startup ini membangun sistem operasi berbasis AI untuk rantai pasok protein halal di Indonesia.

Solusinya mengintegrasikan sejumlah proses, mulai dari pencocokan pasokan dan permintaan, pemrosesan, cold storage, logistik, hingga pembiayaan.

Pemanfaatan AI pun ditempatkan pada rantai pasok yang melibatkan banyak proses sekaligus, bukan hanya pada satu titik operasional.

AI Harus Diuji, Bukan Sekadar Dibuat

Lima contoh tersebut memperlihatkan satu hal: nilai AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh masalah yang mampu diselesaikannya.

Karena itu, GVV Batch 9 tidak hanya memberikan pendampingan dan pembelajaran kepemimpinan. Para peserta juga mendapat kesempatan menjalankan pilot project bersama Grab.

Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Superbank, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Sweef Institute. Para startup juga mendapatkan akses terhadap jaringan, keahlian, ekosistem perbankan digital, hingga peluang pendanaan.

President Director Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun bisnis dan inovasi baru.

“Empat tahun lalu, Superbank juga memulai perjalanan dengan semangat yang tidak jauh berbeda dengan para startup hari ini, yakni membangun sesuatu yang baru dengan purpose yang kuat, yaitu membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat underbanked," ungkapnya.

Dia menambahkan, perjalanan Superbank hingga hari ini juga tidak lepas dari dukungan kuat ekosistem Grab dan OVO, yang menunjukkan besarnya peran kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan.

"Semangat inilah yang membawa kami mendukung GVV sejak Batch 8, dan tahun ini melangkah lebih jauh melalui pilot pertama Superbank bersama salah satu startup terpilih. Selamat datang kepada seluruh finalis GVV Batch 9, semoga program ini dapat melahirkan lebih banyak inovasi dengan dampak nyata,” kata Tigor.

Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. [Grab Indonesia]
Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. [Grab Indonesia]

Lebih dari 800 Startup Pernah Mendaftar

GVV sendiri bukan program baru. Sejak pertama kali digelar pada 2018, lebih dari 800 startup telah mendaftar dan 40 startup telah menjadi alumni.

Menurut keterangan GVV, lebih dari 85 persen alumni tersebut masih beroperasi hingga saat ini.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perjalanan startup tidak berhenti pada tahap menemukan teknologi. Kemampuan mengembangkan bisnis, mendapatkan pendanaan, melakukan pivot, dan memperluas skala menjadi bagian penting agar inovasi dapat bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI Mulai Masuk ke Jantung Pabrik, Manufaktur Indonesia Didorong Beralih ke Industry 4.0

AI Mulai Masuk ke Jantung Pabrik, Manufaktur Indonesia Didorong Beralih ke Industry 4.0

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 16:17 WIB

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 15:02 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:29 WIB

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 13:17 WIB

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian

Bali | Senin, 14 September 2026 | 13:16 WIB

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

Usut Kasus BJB, KPK Panggil Asisten Pribadi Ridwan Kamil

News | Senin, 14 September 2026 | 13:14 WIB

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:11 WIB

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

Satu Korban Kapal Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Pemuda 22 Tahun Asal Malang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:10 WIB

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

10 Hari Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Jay Idzes Bikin Was-was

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

×