- Perusahaan menghadapi tantangan mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam bisnis pada forum ignitePRO di Bali.
- Direktur Telkom Indonesia Veranita Yosephine menyatakan eksperimen kecerdasan buatan harus menghasilkan dampak nyata bagi strategi perusahaan.
- Telkom Solution mengenalkan empat pilar kesiapan mencakup teknologi, tata kelola keamanan, infrastruktur digital, serta kolaborasi pemangku kepentingan.
Suara.com - Perusahaan kini menghadapi tantangan baru dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Setelah marak bereksperimen dengan teknologi ini, bisnis dituntut membawa AI lebih jauh dari sekadar pembuktian konsep menjadi teknologi yang benar-benar terintegrasi dan menghasilkan dampak nyata.
Persoalan tersebut dibahas dalam ignitePRO, forum enterprise bagian dari Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali.
Forum bertema The Enabled Enterprise tersebut membahas kesiapan perusahaan dalam menerapkan AI, mulai dari teknologi hingga fondasi yang menopangnya. Sebab, penerapan AI tidak cukup hanya dengan memilih teknologi yang tepat.
Kesiapan data, infrastruktur digital, keamanan, sumber daya manusia, dan tata kelola menjadi faktor penting agar AI dapat digunakan secara nyata dalam operasional bisnis.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, mengatakan banyaknya ide dan eksperimen AI perlu diikuti kemampuan perusahaan mengubahnya menjadi implementasi yang memberikan hasil.
“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” ujar Veranita dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
![Forum enterprise bagian dari Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali dengan tema The Enabled Enterprise. [Telkom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/83936-the-enabled-enterprise.jpg)
enurutnya, AI harus mampu menciptakan nilai melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan.
Karena itu, perusahaan perlu membangun fondasi data yang kuat, tata kelola dan keamanan yang memadai, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan cara kerja.
Dalam forum tersebut, Telkom Solution bagian dari Telkom Group menyoroti empat pilar menuju AI-enabled enterprise, yakni Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration.
Keempat pilar tersebut mencakup kesiapan AI, tata kelola dan keamanan, infrastruktur digital, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan ini, adopsi AI tidak lagi dilihat sebatas persoalan teknologi. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut mampu keluar dari ruang eksperimen dan memberikan nilai yang benar-benar terasa bagi bisnis.