- Badan Informasi Energi Amerika Serikat menyatakan energi terbarukan bersumber dari alam seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa.
- Kementerian ESDM menyebut Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan energi terbarukan mencakup energi surya, angin, hidro, bioenergi, panas bumi, serta energi laut.
- Pemanfaatan energi alternatif penting dilakukan guna mengatasi keterbatasan sumber energi fosil serta memenuhi peningkatan kebutuhan energi masyarakat.
Suara.com - Energi alternatif menjadi salah satu sumber energi yang semakin banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh energi alternatif antara lain energi matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Secara umum, energi terbarukan berasal dari sumber alam yang dapat terisi kembali secara alami. Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memasukkan tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan biomassa sebagai sumber utama energi terbarukan.
Indonesia sendiri memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sumbernya mencakup energi surya, bayu atau angin, hidro, bioenergi, panas bumi, hingga energi laut.
Lantas, apa saja contoh energi alternatif dan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari?
1. Energi matahari
Energi matahari merupakan salah satu contoh energi alternatif yang paling mudah ditemui. Energi dari sinar matahari dapat diubah menjadi listrik menggunakan panel surya atau dimanfaatkan secara langsung sebagai panas.
Dalam kehidupan sehari-hari, panel surya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik bagi rumah, fasilitas umum, lampu penerangan, hingga pompa air. Kementerian ESDM juga mencatat teknologi energi surya fotovoltaik dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik, pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin.
Energi matahari juga dapat digunakan untuk mengeringkan pakaian, hasil pertanian, ikan, maupun bahan makanan tanpa menggunakan mesin pengering berbahan bakar fosil.
2. Energi angin
Angin memiliki energi kinetik yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui turbin angin. Ketika baling-baling turbin berputar akibat hembusan angin, energi gerak tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik.
Pemanfaatannya lebih efektif dilakukan di wilayah yang memiliki kecepatan dan pola angin yang sesuai. Selain untuk pembangkit listrik, energi angin juga dapat digunakan untuk membantu pemompaan air. Kementerian ESDM mencatat energi angin dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik maupun pemompaan air untuk irigasi dan air bersih.
3. Energi air
Air yang mengalir memiliki energi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Prinsip ini digunakan pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), termasuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan minihidro.
Dalam skala besar, aliran air pada bendungan dapat menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Sementara itu, mikrohidro dapat dikembangkan di wilayah yang memiliki aliran sungai sesuai untuk pembangkit berskala kecil.
Karena Indonesia memiliki banyak sungai dan wilayah dengan kondisi geografis yang mendukung, tenaga air menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan.
4. Energi panas bumi
Energi panas bumi berasal dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Indonesia memiliki banyak sumber panas bumi karena berada di kawasan yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi.
Panas dari dalam bumi dapat digunakan untuk menghasilkan listrik melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Energi ini tidak bergantung pada sinar matahari atau hembusan angin sehingga dapat menjadi salah satu sumber energi untuk sistem kelistrikan.
Kementerian ESDM mencatat panas bumi termasuk salah satu sumber energi terbarukan yang dimiliki Indonesia dan tersebar di berbagai wilayah.
5. Energi biomassa
Biomassa merupakan energi yang berasal dari bahan organik, baik dari tumbuhan maupun hewan. Contohnya antara lain kayu, limbah pertanian, sisa tanaman, kotoran ternak, serta limbah organik tertentu.
Biomassa dapat dibakar untuk menghasilkan panas atau diproses menjadi bahan bakar dan biogas. Menurut EIA, biomassa dapat dimanfaatkan untuk pemanasan, pembangkitan listrik, dan bahan bakar transportasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, contoh pemanfaatannya dapat berupa penggunaan biogas dari limbah organik untuk memasak atau pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bagian dari bahan bakar kendaraan.
Di Indonesia, bioenergi juga dikembangkan dalam bentuk bahan bakar nabati. Kementerian ESDM menjelaskan bahwa bahan bakar nabati dapat berupa biodiesel, bioetanol, dan minyak nabati murni.
6. Energi laut
Selain matahari, angin, dan air sungai, laut juga menyimpan energi yang dapat dikembangkan. Energi laut dapat berasal dari gelombang, arus laut, maupun pasang surut.
Teknologinya masih terus dikembangkan dan penerapannya belum semudah penggunaan panel surya atau pembangkit tenaga air. Namun, bagi negara kepulauan seperti Indonesia, energi laut menjadi salah satu sumber energi alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Mengapa energi alternatif penting?
Pemanfaatan energi alternatif penting karena kebutuhan energi terus meningkat, sementara sumber energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara memiliki keterbatasan.
Energi terbarukan juga dapat membantu diversifikasi sumber energi. Dengan memanfaatkan matahari, angin, air, panas bumi, biomassa, dan sumber energi lainnya, kebutuhan energi tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber.
Bagi masyarakat, pemanfaatan energi alternatif juga bisa dimulai dari teknologi yang sederhana. Misalnya, memasang panel surya sesuai kebutuhan, memanfaatkan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian dan hasil pertanian, atau mengolah limbah organik menjadi biogas.
Dengan demikian, contoh energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya pembangkit listrik berukuran besar. Sumber energi dari alam tersebut juga dapat dimanfaatkan melalui berbagai teknologi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, transportasi, hingga industri.