Peneliti Temukan Antivenom Baru Penangkal 17 Ular Mematikan

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:05 WIB
Peneliti Temukan Antivenom Baru Penangkal 17 Ular Mematikan
Ilustrasi ular berbisa (Pexels)

Suara.com - Para peneliti dari Technical University of Denmark (DTU) baru saja menemukan terobosan medis yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun. Mereka berhasil menciptakan antivenom baru yang mampu melawan bisa dari 17 spesies ular berbisa paling mematikan di Afrika sub-Sahara, termasuk mamba hitam, kobra, dan rinkhals.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature ini dianggap sebagai langkah besar dalam dunia pengobatan gigitan ular, terutama bagi masyarakat pedesaan Afrika yang sering menjadi korban.

Setiap tahun, lebih dari 300 ribu kasus gigitan ular berbisa dilaporkan di wilayah tersebut, menyebabkan sekitar 7.000 kematian dan 10.000 amputasi.

Selama lebih dari 100 tahun, cara membuat antivenom hampir tidak berubah. Metode tradisional dilakukan dengan menyuntikkan bisa ular ke tubuh kuda, lalu mengambil antibodi dari plasma darahnya untuk dijadikan obat.

Meskipun cara ini telah menyelamatkan banyak nyawa, efek sampingnya bisa parah karena antibodi dari hewan bisa memicu reaksi alergi berat pada manusia.

"Antivenom tradisional memang efektif, tetapi banyak pasien mengalami syok akibat zat asing dari hewan yang masuk ke tubuh mereka," ujar Shirin Ahmadi, peneliti pengembangan antibodi dari DTU, mengutip dari The Scientist (29/10/2025).

Selain itu, jumlah antibodi yang benar-benar berguna di dalam obat biasanya kecil karena tercampur dengan antibodi lain yang tidak menetralkan racun.

Ilustrasi ular kobra. [Unsplash/Hendrik Schlott]
Ilustrasi ular kobra. [Unsplash/Hendrik Schlott]

Untuk mengatasi masalah itu, tim Ahmadi mengembangkan antivenom berbasis nanobody, yakni antibodi super kecil yang diambil dari llama dan alpaka. Hewan ini memiliki antibodi unik bernama camelid heavy-chain-only antibodies, yang hanya memiliki satu domain — jauh lebih sederhana, cepat bekerja, dan lebih stabil dibanding antibodi manusia atau kuda.

Penelitian dimulai dengan menyuntikkan bisa dari 18 spesies ular Afrika ke seekor llama dan seekor alpaka. Tubuh kedua hewan tersebut kemudian menghasilkan jutaan antibodi kecil, yang kemudian disaring dan diuji untuk melihat mana yang paling efektif menetralkan racun.

Hasilnya, tim menemukan delapan nanobody terbaik yang mampu melindungi tikus dari kematian akibat bisa 17 dari 18 spesies ular, kecuali mamba hijau timur (Dendroaspis angusticeps). Dalam uji laboratorium, kombinasi delapan nanobody ini bahkan mengungguli Inoserp PAN-AFRICA, antivenom komersial yang selama ini digunakan di banyak rumah sakit Afrika.

Lebih mengejutkan lagi, nanobody ini tidak hanya mencegah kematian akibat racun, tetapi juga mengurangi kerusakan jaringan yang biasanya menyebabkan amputasi.

"Beberapa tahun lalu, saya takkan percaya kalau sejumlah kecil antibodi bisa menetralkan racun dari begitu banyak spesies," kata Kartik Sunagar, peneliti racun ular dari Indian Institute of Science mengutip dari The Scientist (29/10/2025). "Namun hasil ini membuktikan bahwa hal itu sangat mungkin."

Keunggulan utama dari antivenom baru ini bukan hanya efektivitasnya, tetapi juga cara produksinya. Karena dibuat secara rekombinan di laboratorium (in vitro), produksi nanobody tidak lagi membutuhkan hewan besar seperti kuda dan bisa dilakukan dalam jumlah besar dengan biaya lebih murah.

Menurut Anne Ljungars, ahli bioteknologi dari DTU yang ikut dalam penelitian, nanobody memiliki kelebihan lain yang sangat penting. "Mereka kecil, stabil, dan tetap efektif bahkan di suhu tinggi, sehingga cocok untuk daerah tropis yang minim fasilitas penyimpanan dingin,"  demikian hasil temuannya.

Selain itu, risiko efek samping juga jauh lebih rendah karena nanobody memiliki imunogenisitas rendah, artinya lebih aman digunakan dan bahkan bisa diberikan sebelum gejala gigitan muncul, bukan setelah korban mulai menunjukkan tanda-tanda keracunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mimpi Digigit Ular di Tangan atau Kaki? Waspadai Maknanya Menurut Primbon

Mimpi Digigit Ular di Tangan atau Kaki? Waspadai Maknanya Menurut Primbon

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 19:56 WIB

Duel Maut Petani Sukabumi vs King Kobra 4 Meter: Sama-sama Tewas, Ular Tertancap Tongkat

Duel Maut Petani Sukabumi vs King Kobra 4 Meter: Sama-sama Tewas, Ular Tertancap Tongkat

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:13 WIB

Ular Sanca Nebeng di Busway Gandeng, Bikin Geger Pengguna Jalan!

Ular Sanca Nebeng di Busway Gandeng, Bikin Geger Pengguna Jalan!

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 06:30 WIB

Terkini

5 Pilihan HP Infinix RAM Besar dan Kamera Bening Mulai Rp1 Jutaan

5 Pilihan HP Infinix RAM Besar dan Kamera Bening Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:05 WIB

Cara Hapus Akun Google di HP versi Android dan iPhone dengan Mudah

Cara Hapus Akun Google di HP versi Android dan iPhone dengan Mudah

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:45 WIB

Update Harga HP POCO Mei 2026 dari Paling Murah hingga Flagship Terbaru

Update Harga HP POCO Mei 2026 dari Paling Murah hingga Flagship Terbaru

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:25 WIB

Daftar Harga HP Samsung Terbaru 2026: Pilihan Flagship hingga Entry-Level

Daftar Harga HP Samsung Terbaru 2026: Pilihan Flagship hingga Entry-Level

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:30 WIB

30 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Mei 2026: Jutaan Koin Menunggu, Main Makin Tenang

30 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Mei 2026: Jutaan Koin Menunggu, Main Makin Tenang

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:21 WIB

33 Kode Redeem FF Terbaru 3 Mei 2026: Ambil Skin Payung Winchester Gampang, Anti Tipu-Tipu

33 Kode Redeem FF Terbaru 3 Mei 2026: Ambil Skin Payung Winchester Gampang, Anti Tipu-Tipu

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:00 WIB

Diamond Murah atau Akun Melayang? Kenali Ciri-ciri Jebakan Top Up Game yang Sering Makan Korban

Diamond Murah atau Akun Melayang? Kenali Ciri-ciri Jebakan Top Up Game yang Sering Makan Korban

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:54 WIB

7 HP dengan Baterai Paling Awet 2026, Seri Realme Ini Juaranya

7 HP dengan Baterai Paling Awet 2026, Seri Realme Ini Juaranya

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:57 WIB

Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah versi Android dan iPhone

Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah versi Android dan iPhone

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:35 WIB

Cara Ganti Nomor WhatsApp Tanpa Menghilangkan Kontak dan Riwayat Chat

Cara Ganti Nomor WhatsApp Tanpa Menghilangkan Kontak dan Riwayat Chat

Tekno | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:10 WIB