- Sebuah HP penumpang mengeluarkan asap di dalam KRL Commuter Line Stasiun Rawa Buntu pada Kamis, 17 September 2026.
- Insiden tersebut disebabkan oleh masalah baterai lithium-ion, seperti kerusakan fisik, panas berlebih, atau kesalahan pengisian daya.
- Kejadian ini sempat membuat penumpang panik, menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta selama tujuh menit, dan berhasil diamankan petugas.
Suara.com - Penggunaan HP sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, hingga mengakses berbagai hiburan.
Namun, di balik kemudahannya, perangkat elektronik ini tetap memiliki risiko keamanan, terutama yang berkaitan dengan baterai.
Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah ponsel mengalami panas berlebih hingga terbakar atau dalam kondisi tertentu dapat memicu ledakan.
Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan masalah pada baterai lithium-ion yang digunakan pada sebagian besar smartphone modern.
Kejadian HP terbakar kembali menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan kepulan asap di dalam KRL viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi di Stasiun Rawa Buntu pada Kamis, 17 September 2026 dan sempat membuat penumpang panik.
Lantas, kenapa HP meledak atau terbakar? Berikut sejumlah penyebab yang perlu diketahui, sekaligus kronologi kejadian gadget penumpang KRL yang disampaikan oleh KAI Commuter.
Kenapa HP Bisa Meledak? Kenali Penyebabnya

HP yang terbakar atau meledak umumnya berkaitan dengan masalah pada baterai lithium-ion.
Ketika terjadi kerusakan atau panas berlebih, reaksi di dalam baterai dapat menjadi tidak terkendali dan memicu apa yang disebut sebagai thermal runaway, yaitu kondisi ketika panas menghasilkan panas tambahan sehingga suhu terus meningkat.
Merangkum PCMag dan CharbyCharge, berikut beberapa penyebab yang dapat memicu HP mengalami masalah pada baterai:
1. Baterai mengalami kerusakan fisik
HP yang pernah terjatuh, terbentur keras, tertekuk, atau mengalami kerusakan lainnya dapat mengalami gangguan pada bagian dalam baterai.
Kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan hubungan pendek (short circuit) yang kemudian menghasilkan panas berlebih.
2. HP mengalami panas berlebih
Suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu komponen internal baterai. Kondisi ini dapat terjadi ketika HP digunakan secara intensif dalam waktu lama, terpapar sinar matahari langsung, atau berada di lingkungan dengan suhu tinggi.
3. Masalah saat pengisian daya
Kesalahan dalam proses pengisian daya juga dapat meningkatkan risiko kerusakan baterai. Penggunaan charger atau kabel yang tidak sesuai, rusak, atau bermasalah dapat mengganggu proses pengisian dan menyebabkan panas berlebih.
4. Baterai sudah menurun kondisinya
Baterai lithium-ion secara alami mengalami penurunan kondisi setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Baterai yang sudah rusak atau mengalami penggelembungan perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi tanda adanya masalah pada bagian internal.
5. Kerusakan atau cacat pada komponen
Tidak semua masalah baterai disebabkan oleh cara penggunaan. Cacat produksi pada baterai atau komponen perangkat juga dapat menyebabkan hubungan pendek dan memicu panas berlebih.
6. Prosesor bekerja terlalu berat
Penggunaan aplikasi atau aktivitas yang membuat prosesor bekerja sangat berat dapat meningkatkan suhu perangkat. Jika panas tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi baterai yang bermasalah, risiko kerusakan dapat semakin besar.
PCMag mencatat bahwa panas berlebih merupakan salah satu pemicu utama masalah pada baterai, sedangkan kerusakan fisik, paparan suhu ekstrem, masalah pengisian daya, penurunan kondisi baterai, hingga cacat produksi juga dapat berperan.
CharbyCharge juga menjelaskan bahwa hubungan pendek, kerusakan fisik, panas berlebih, dan charger yang bermasalah dapat memicu reaksi berantai pada baterai.
Viral Gadget Penumpang KRL Mendadak Terbakar
Kejadian HP terbakar terjadi pada Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada Kamis, 17 September 2026 sekitar pukul 06.49 WIB.
Saat itu, kereta berada di Stasiun Rawa Buntu, tepatnya di Kereta Khusus Wanita bagian depan rangkaian.
Menurut keterangan Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan, petugas keamanan yang berada di peron melihat sebuah tas penumpang mengeluarkan asap.
Penumpang tersebut kemudian melemparkan tas ke area peron, sebelum petugas mengamankannya sesuai prosedur.
Setelah diperiksa, petugas menemukan dua unit HP dalam kondisi terbakar di dalam tas tersebut. Petugas kemudian membantu penumpang keluar dari rangkaian dan mengimbau pengguna KRL agar tetap tenang serta tidak panik.
Berdasarkan keterangan penumpang kepada petugas, salah satu HP sedang digunakan sebagai hotspot, sementara perangkat tersebut berada di dalam tas bersama HP lainnya.
KAI Commuter menyatakan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut masih dilakukan.
Akibat insiden tersebut, Commuter Line 1641 mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit. Setelah kondisi rangkaian dipastikan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan.
KAI Commuter juga mengingatkan penumpang untuk memperhatikan kondisi HP maupun perangkat elektronik lain yang dibawa selama perjalanan.
Jika perangkat mengalami panas berlebih, mengeluarkan asap, atau menunjukkan kondisi tidak normal, penumpang diminta segera mengamankannya dan melapor kepada petugas.
Peristiwa di KRL tersebut menunjukkan bahwa panas berlebih pada perangkat elektronik tidak sebaiknya diabaikan.
Meski penyebab pasti kerusakan kedua HP dalam kejadian tersebut masih ditangani, pengguna sebaiknya segera mencari bantuan ketika perangkat menunjukkan tanda tidak normal, terutama jika terasa sangat panas atau mulai mengeluarkan asap.