PP Tunas Berjalan, Meta Belum Laporkan Penindakan Akun Anak di Threads

Dythia Novianty

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:45 WIB
PP Tunas Berjalan, Meta Belum Laporkan Penindakan Akun Anak di Threads
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital mengevaluasi penerapan PP Tunas selama enam bulan di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026.
  • Meta telah memblokir ratusan ribu akun anak dan mengalihkan jutaan akun, namun belum melaporkan penindakan di Threads.
  • Pemerintah meminta Meta segera menyampaikan laporan Threads serta meningkatkan keamanan fitur dan edukasi orang tua tanpa menunggu Maret 2027.

“Yang dicatat oleh pemerintah bukan hanya jumlah akun yang telah diputus aksesnya, tapi yang utama juga perubahan fitur-fitur menjadi fitur yang lebih aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Logo Meta. [Unsplash]
Logo Meta. [Unsplash]

Dalam evaluasinya, pemerintah menggunakan tujuh kategori risiko sebagai acuan, yakni kontak, konten, kecanduan, keamanan, konsumen, kondisi fisik dan fisiologis, serta kesehatan mental.

Komdigi bersama tim pakar selanjutnya akan membuat turunan dari tujuh risiko tersebut dalam bentuk panduan yang lebih rinci bagi platform.

Panduan tersebut diharapkan membuat platform memiliki acuan yang lebih jelas mengenai langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bagi anak.

Teen Account Meta Masih Disorot

Selain Threads, Komdigi juga menyoroti penerapan Teen Account milik Meta.

Meski Meta telah mengalihkan sekitar 22,5 juta akun anak ke sistem tersebut, pemerintah belum menganggap Teen Account sebagai platform dengan risiko rendah.

Menurut Meutya, masih terdapat fitur komunikasi yang membuat sistem tersebut belum memenuhi kriteria sebagai platform berisiko rendah.

Artinya, pengalihan akun anak ke sistem khusus belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan perlindungan anak.

baca juga

Platform tetap perlu melakukan perubahan terhadap fitur yang berkaitan dengan berbagai risiko, termasuk risiko kontak dan kecanduan.

Edukasi Orang Tua Jadi Bagian PP Tunas

Komdigi juga menilai perlindungan anak tidak akan efektif jika hanya mengandalkan fitur keamanan.

Platform diminta memberikan edukasi kepada pengguna, terutama orang tua, mengenai bahaya di ruang digital serta fitur yang dapat digunakan untuk melindungi anak.

Meutya mencontohkan, sejumlah platform telah menyediakan fitur bagi orang tua untuk mematikan akses komunikasi tertentu.

Namun, fitur tersebut tidak akan banyak membantu jika orang tua tidak mengetahui keberadaannya atau tidak memahami cara menggunakannya.

“Jadi tidak hanya men-take down tapi penggunanya tidak diedukasi mengenai bahayanya, mengenai fitur-fitur yang ada di dalam platform tersebut itu juga kita tidak dapat lakukan penurunan risiko,” ujar Meutya.

Karena itu, kewajiban edukasi juga menjadi bagian dari langkah yang akan didorong pemerintah dalam penerapan PP Tunas.

Meta Diminta Tak Menunggu Maret 2027

Pemerintah menargetkan kepatuhan penuh terhadap kewajiban perlindungan anak pada Maret 2027. Namun, Meutya meminta platform tidak menunggu tenggat tersebut untuk melakukan perbaikan.

Komdigi sebelumnya juga membuka ruang komunikasi dengan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Meta, YouTube, Google, dan Roblox, untuk membahas implementasi perlindungan anak.

“Ruang diskusinya ada, tolong para platform ini gunakan sebaik-baiknya dan tidak menunggu Maret 2027 untuk kemudian melakukan kepatuhan penuh,” kata Meutya.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Dythia]

Enam bulan setelah penerapan PP Tunas, pemerintah menilai sejumlah progres telah terlihat.

Namun, evaluasi juga menunjukkan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk meminta Meta melaporkan langkah penindakan di Threads dan memastikan perubahan fitur benar-benar mampu menurunkan risiko bagi anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

Soal Kuota Hangus, Begini Skema yang Disiapkan XLSMART

Soal Kuota Hangus, Begini Skema yang Disiapkan XLSMART

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 15:21 WIB

Kuota Belum Habis tapi Masa Aktif Tamat, Begini Opsi dari XLSMART

Kuota Belum Habis tapi Masa Aktif Tamat, Begini Opsi dari XLSMART

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 10:51 WIB

Bocoran Hero Baru Mobile Legends, Dori Calon Midlaner OP

Bocoran Hero Baru Mobile Legends, Dori Calon Midlaner OP

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 17:00 WIB

Komdigi Bongkar Alasan Video Kasus Pejompongan Bisa Hilang dari Platform

Komdigi Bongkar Alasan Video Kasus Pejompongan Bisa Hilang dari Platform

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 20:25 WIB

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Terkini

PP Tunas Berjalan, Meta Belum Laporkan Penindakan Akun Anak di Threads

PP Tunas Berjalan, Meta Belum Laporkan Penindakan Akun Anak di Threads

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Skandal Kredit Macet Bank Sulselbar, Negara Rugi Rp32 Miliar

Skandal Kredit Macet Bank Sulselbar, Negara Rugi Rp32 Miliar

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir

Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Buntut Viral Video Penyalahgunaaan Narkoba, 125 Narapidana Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan

Buntut Viral Video Penyalahgunaaan Narkoba, 125 Narapidana Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:37 WIB

5 Rekomendasi Setting Balm Terbaik untuk Wajah Flawless Tanpa Pori, Anti Kilap Seharian

5 Rekomendasi Setting Balm Terbaik untuk Wajah Flawless Tanpa Pori, Anti Kilap Seharian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia

Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Outsourcing Kini Cuma Boleh 4 Pekerjaan, Ini Daftarnya di UU Ketenagakerjaan Baru

Outsourcing Kini Cuma Boleh 4 Pekerjaan, Ini Daftarnya di UU Ketenagakerjaan Baru

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur

Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:40 WIB

×