- Berdasarkan data Grab, tujuh puluh sembilan persen pesanan GrabFood berawal dari aktivitas pencarian dan eksplorasi menu terlebih dahulu.
- Pengguna berat GrabFood rata-rata menghabiskan waktu dua belas koma empat menit untuk mencari pilihan sebelum melakukan transaksi pembelian.
- Direktur Komersial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menyampaikan temuan tersebut dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Di sisi lain, platform delivery Grab yang mencakup GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress mencatat pertumbuhan 24 persen pada kuartal II 2026.
![F&B Forward: GrabsAds Marketing Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/08/15837-fb-forward-grabsads-marketing-summit-2026.jpg)
Pertumbuhan pasar tersebut ikut membuat jumlah pemain F&B semakin banyak. Konsumen pun memiliki lebih banyak pilihan ketika membuka aplikasi.
Bagi brand, kondisi ini membuat persaingan tidak lagi hanya terjadi saat konsumen sudah siap membeli. Persaingan dimulai sejak tahap ketika konsumen baru mencari inspirasi.
Bukan Sekadar Promo
Roy mengatakan, kondisi tersebut membuat brand F&B perlu hadir sejak awal perjalanan konsumen, bukan hanya mengandalkan promosi ketika konsumen sudah siap melakukan transaksi.
Menurutnya, brand perlu membangun awareness sekaligus tetap relevan ketika konsumen mulai mengeksplorasi pilihan.
“Being remembered is one thing, but being chosen is another,” kata Roy.
Karena konsumen bisa mengeksplorasi puluhan merchant dalam setahun, menjadi brand yang dikenal belum tentu cukup untuk memenangkan transaksi.
Bagi pemain F&B, perubahan ini menunjukkan bahwa aplikasi delivery kini bukan hanya tempat untuk membeli makanan.
Platform tersebut juga menjadi ruang bagi konsumen untuk mencari inspirasi, membandingkan pilihan, dan menemukan brand baru sebelum akhirnya memutuskan apa yang masuk ke keranjang.