Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Dythia Novianty

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:28 WIB
Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja
Head of PR and Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi, Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • ASUS Indonesia menyatakan pasar konsol gaming genggam berkembang positif sejak tahun 2023 karena menawarkan hiburan dan fleksibilitas tinggi.
  • Pengguna memanfaatkan sistem operasi Windows pada konsol gaming untuk bekerja, menulis tugas kuliah, dan menjalankan aplikasi produktivitas perkantoran.
  • Kenaikan harga komponen global berpotensi menaikkan harga konsol gaming genggam sebesar sepuluh hingga dua puluh persen.

Suara.com - Konsol gaming genggam atau handheld gaming mulai memiliki fungsi lebih luas dari sekadar perangkat bermain gim.

Selain menawarkan hiburan portabel, perangkat ini juga dimanfaatkan sebagian pengguna sebagai komputer untuk bekerja, berkat sistem operasi Windows dan dukungan konektivitas yang memadai.

Head of PR and Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi mengatakan, pasar konsol gaming genggam menunjukkan perkembangan positif sejak 2023.

Menurut dia, perangkat dengan bentuk ringkas menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan hiburan sekaligus fleksibilitas untuk beraktivitas di luar rumah.

“Pasarnya oke banget sekarang, karena banyak orang yang kayaknya memang butuh hiburan, cuman enggak mau bawa yang berat-berat,” kata Brama dalam agenda ROG XBOX Ally X20 Bundle Exclusive Media Preview, Jakarta, belum lama ini.

Tren tersebut turut mengubah cara sebagian pengguna memanfaatkan konsol gaming. Perangkat yang awalnya dirancang untuk bermain gim kini juga digunakan untuk mengerjakan tugas, menulis, hingga menjalankan aplikasi produktivitas.

Brama mencontohkan, ada pengguna yang memasang aplikasi perkantoran seperti Microsoft Word dan memanfaatkan konsol gaming untuk mengerjakan tugas kuliah, termasuk skripsi.

Dengan tambahan layar dan keyboard, perangkat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif komputer portabel.

“Jadi enggak hanya buat main game sebenarnya. Fungsinya tuh ada tambahan buat kerja juga,” ujarnya.

baca juga

Meski demikian, Asua belum memiliki data kuantitatif mengenai persentase pengguna yang memanfaatkan konsol gaming untuk bekerja.

Gambaran tersebut, menurut Brama, masih berdasarkan pengalaman dan cerita dari pengguna yang membeli perangkat mereka.

Krisis Komponen Berpotensi Dorong Harga Naik

Di tengah perkembangan pasar, industri konsol gaming genggam juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga komponen.

Brama mengatakan, perangkat tersebut menggunakan sejumlah komponen yang sama dengan laptop sehingga tidak sepenuhnya terlepas dari dampak kondisi pasokan komponen global.

Ia memperkirakan dampak kenaikan harga komponen dapat berada di kisaran 10–20 persen. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan Brama dan bukan angka kenaikan harga seluruh produk konsol gaming di pasar Indonesia.

“Pasti ada dampak. Karena kan kita pakai komponen yang sama juga. Kira-kira kenaikannya lumayan, di sekitar mungkin sepuluhan persen, 20 persen. Sama kayak laptop sih, kenaikannya,” kata dia.

Peluncuran ROG XBOX Ally X20 Bundle sebagai perayaan 20 tahun ROG, Jakarta, Kamis (15/10/2026). [Suara.com/Dythia]
Peluncuran ROG XBOX Ally X20 Bundle sebagai perayaan 20 tahun ROG, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Dythia]

Kondisi ini menjadi tantangan bagi produsen dalam menjaga daya tarik perangkat ketika konsumen juga mempertimbangkan harga dan manfaat yang diperoleh.

Asus, kata Brama, berupaya menambah nilai bagi konsumen melalui peningkatan kualitas layanan, termasuk dukungan purnajual dan masa garansi.

Strategi tersebut ditujukan agar konsumen tidak hanya mempertimbangkan perangkat yang dibeli, tetapi juga manfaat yang diperoleh selama masa pemakaian.

Pasar Konsol Genggam Punya Segmen Berbeda

Persaingan di pasar konsol gaming genggam juga semakin beragam, baik dari produk yang dipasarkan secara resmi di Indonesia maupun perangkat yang masuk melalui jalur nonresmi.

Brama menyebut persaingan tidak hanya datang dari perangkat dengan sistem operasi dan karakteristik serupa, tetapi juga dari konsol yang lebih berfokus pada hiburan dan permainan.

Ia menilai, segmen konsol seperti Nintendo Switch memiliki karakteristik pengguna yang berbeda.

Sementara itu, perangkat seperti ROG Ally memiliki fungsi yang lebih luas karena dapat digunakan untuk bermain gim sekaligus menjalankan aplikasi produktivitas.

“Kalau Switch itu benar-benar mereka yang buat hiburan, benar-benar game. Kalau yang Ally ini agak sedikit nge-cross ke productivity juga,” ujarnya.

Perbedaan fungsi tersebut membuat pasar konsol gaming genggam tidak sepenuhnya bergantung pada kebutuhan bermain gim. Kemampuan menjalankan aplikasi kerja menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan satu perangkat untuk beberapa kebutuhan.

Peluncuran ROG XBOX Ally X20 Bundle sebagai perayaan 20 tahun ROG, Jakarta, Kamis (15/10/2026). [Suara.com/Dythia]
Peluncuran ROG XBOX Ally X20 Bundle sebagai perayaan 20 tahun ROG, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Dythia]

Meski begitu, Brama belum merinci pangsa pasar maupun kontribusi penjualan konsol gaming genggam terhadap keseluruhan bisnis ROG di Indonesia. Ia mengatakan kontribusi tersebut berubah dari tahun ke tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi 5 Merk Laptop Paling Awet, Servis Center Resmi Mudah Dijangkau

Rekomendasi 5 Merk Laptop Paling Awet, Servis Center Resmi Mudah Dijangkau

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:21 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB

Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!

Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:20 WIB

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:10 WIB

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

×