Ahmadreza Djalali, Dokter yang Menanti Vonis Hukuman Mati

Rinaldi AbanBBC Suara.Com
Selasa, 15 Desember 2020 | 12:05 WIB
Ahmadreza Djalali, dokter yang terancam hukuman mati. (BBC Indonesia)

Suara.com - Ahmadreza Djalali, dokter berkebangsaan Iran-Swedia, empat tahun lalu ditangkap oleh badan intelijen Iran dengan tuduhan sebagai mata-mata.

Kini, ia menanti vonis hukuman mati dengan dakwaan membocorkan informasi mengenai nuklir kepada pihak Israel. Pengacaranya menyebut, pengakuan bersalah Djalali dibuat di bawah paksaan.

Ahmadreza adalah spesialis di bidang kedokteran emergensi. Dia sering berkunjung ke Iran untuk mengadakan berbagai seminar mengenai pertolongan bencana dan kegawatdaruratan.

Vida Mehrannia, istri Ahmadreza, kini tengah mengkampanyekan tuntutan bebas untuk suaminya.

Vida menganggap suaminya hanya dikorbankan untuk kepentingan Uni Eropa dan Iran, karena selama ini banyak warga negara asing dan warga berkebangsaan ganda yang digunakan sebagai bahan pertukaran dengan pesakitan berkebangsaan Iran di negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI