Dokter Ini Sendirian Selamatkan Korban Gigitan Ular di Indonesia, Mengapa Kasusnya Diabaikan?

Rinaldi Aban, BBC

Minggu, 27 Juli 2025 | 09:00 WIB
Ciri-ciri ular berbisa (freepik)

Suara.com - Rafa, anak berusia 11 tahun di Pekalongan, meninggal dunia pada Minggu (20/07) setelah digigit ular weling beberapa pekan sebelumnya. Dalam waktu berdekatan, seorang warga di Subang, Jawa Barat juga meninggal diduga karena gigitan ular.

Setidaknya ada lebih dari 135.000 kasus gigitan ular di Indonesia setiap tahunnya. Sepuluh persen di antaranya berakhir dengan kematian, menurut data yang dicatat oleh Dokter Tri Maharani. Dokter Tri Maharani adalah satu-satunya dokter ahli toksinologi di Indonesia.

Menurutnya, kasus gigitan ular belum menjadi prioritas dalam pelayanan medis di Indonesia meski jumlahnya tergolong tinggi. "Datanya kacau balau di sini, karena ada pasien gigitan ular yang berobat ke dukun, atau meninggal di rumah, tidak tercatat, itu banyak. Dalam kondisi begini, data kita tidak valid," kata dokter Tri Maharani, satu-satunya dokter di Indonesia yang punya keahlian di bidang racun bisa ular.

Pada 2010, dokter Tri Maharani kedatangan pasien, juga dengan keluhan gigitan gigitan ular berbisa. Menghadapi situasi itu, sebagai dokter biasa, dia akhirnya tersadar dan menerima kenyataan bahwa ilmunya mengenai keracunan bisa ular itu belum cukup. Dia tak bisa berbuat banyak.

Nyawa pasien melayang sebab bisa sudah telanjur kemana-mana. Peristiwa itulah yang melecut dokter Tri untuk mulai mendalami ilmu tentang racun atau toksinologi yang dihasilkan oleh ular, hewan liar, atau tumbuhan lainnya. Dia mengambil berbagai kursus dan sekolah lanjutan di luar negeri, memakai biaya pribadi, untuk memahami bagaimana tata laksana yang benar pada penanganan pasien dengan kasus gigitan ular berbisa serta racun hewan dan tumbuhan lainnya.

Pulang dari Belgia pada 2012, Maharani berkeliling ke nyaris seluruh wilayah Indonesia. Dia menangani pasien, bekerja sama sama, berbicara, dan mengajari banyak tenaga medis dan instansi kegawatdaruratan untuk menangani pasien dengan kasus bisa ular.

"Ternyata masalahnya kompleks, pertama karena literasi bangsa kita yang kurang, dan kasus keracunan ini belum menjadi prioritas," kata Maharani.

Karena itulah dia juga memperluas kampanyenya dengan menyambangi komunitas-komunitas. Di dunia, hanya ada 53 dokter dengan keahlian pada bidang emergency medicine, khususnya subspesialis toksinologi yang mampu menangani kasus bisa ular atau gigitan hewan berbahaya lainnya. Dokter Tri Maharani adalah salah seorang di antaranya dan satu-satunya pakar di Indonesia yang mendalami rumpun kesehatan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Inovasi Media MUWAKIB: Cara Guru NU Pekalongan Bikin Belajar Bahasa Arab Jadi Seru

Inovasi Media MUWAKIB: Cara Guru NU Pekalongan Bikin Belajar Bahasa Arab Jadi Seru

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perbedaan Shio Ular Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Kenali Karakteristiknya

Perbedaan Shio Ular Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Kenali Karakteristiknya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Pekalongan

Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Pekalongan

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:45 WIB

Arti Mimpi Melihat Ular dalam Islam, dari Musuh hingga Datangnya Harta

Arti Mimpi Melihat Ular dalam Islam, dari Musuh hingga Datangnya Harta

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:49 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Teatrikal Bertema Kelam di Pekalongan, Karnaval SKNC 2026 Dipenuhi Kritik Publik

Viral Teatrikal Bertema Kelam di Pekalongan, Karnaval SKNC 2026 Dipenuhi Kritik Publik

Video | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×