Cerita Pemain Kelahiran Pekalongan Pertama di Liga Prancis: Sempat Main di Surabaya

Galih Prasetyo Suara.Com
Minggu, 20 Juli 2025 | 10:35 WIB
Cerita Pemain Kelahiran Pekalongan Pertama di Liga Prancis: Sempat Main di Surabaya
Cerita Pemain Kelahiran Pekalongan Pertama di Liga Prancis: Sempat Main di Surabaya [Instagram]

Suara.com - Ketika para pesepak bola keturunan Indonesia saat ini berbondong-bondong main di Super League 2025/2026, situasinya berbeda hampir seabad silam.

Kemunculan pemain keturunan Indonesia yang saat ini jadi sorotan luas sebenarnya tidak terlalu mengherankan jika menilik dari catatan sejarah.

Fakta sejarah mencatat sejumlah pemain Belanda kelahiran Indonesia di era Perang Dunia II catatkan prestasi tersendiri.

Satu nama yang patut diulas lagi ialah seorang pemain kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah yang catat prestasi di sepak bola Eropa.

Pemain itu ialah Beb Bakhuys. Beb lahir di Pekalongan pada 1909.

Ia adalah simbol dari bakat mentah yang bersinar terang. Ia debut di tim utama HBS saat berusia 16 tahun, lalu meledak bersama ZAC dengan mencetak 92 gol dalam 73 pertandingan.

Untuk informasi HBS merupakan klub sepak bola yang didirikan dari sekumpulan siswa di sebuah sekolah Hoogere Burger-School pada tanggal 19 Januari 1913 di Surabaya.

Kehebatan Beb Bakhuys membuat sinarnya di lapangan hijau mengantarkan pada panggilan membela tim Orange Belanda.

Puncaknya, ia menjadi top skor Belanda dan mencatat debut internasional melawan Italia di San Siro tahun 1928.

Baca Juga: Untung Rugi Rafael Struick ke Dewa United: Jaminan Bintang atau Rem Karier?

Namun pada usia 20 tahun, ia memilih kembali ke tanah kelahirannya, Indonesia. Beb kemudian bergabung dengan klub T.H.O.R. di Soerabaja. Kehadirannya langsung mengguncang publik sepak bola lokal.

Bersama Felix Smeets—yang menyusul sebulan kemudian—mereka membentuk koningskoppel, duo penyerang yang membawa standar permainan Eropa ke tanah tropis.

Mengutip dari laporan desportwereld, pada 22 Februari 1930, Bakhuys kembali ke tanah kelahirannya dengan kapal S.S. Patria.

Ia memilih untuk bekerja di kantor Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Soerabaja, sambil tetap bermain sepak bola.

Pada 1930, Soerabaja di bawah duet maut ini menjuarai Stedenwedstrijden--kompetisi lokal yang diciptakan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Saat itu, tim-tim yang bermain di Stedenwedstrijden mengusung nama kota, seperti Soerabaja, Batavia, dan lain-lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI