Suara.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas pada pertengahan April 2026, setelah Washington resmi memberlakukan blokade maritim di kawasan strategis Selat Hormuz.
Namun, alih-alih menunjukkan kekhawatiran, pemerintah Iran justru merespons dengan nada mengejek.
Pejabat tinggi Iran bahkan secara terbuka menertawakan langkah tersebut dan menyindir Presiden AS Donald Trump.
Situasi ini menjadi perhatian global karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia, di mana sekitar seperlima pasokan minyak global melintas setiap harinya.