Suara.com - Slank jadi salah satu band yang keras bersuara soal ketidakadilan, kerusakan alam hingga protes ke pemerintah lewat lagu-lagunya.
Namun beberapa tahun ke belakang, khususnya era Jokowi, Slank dianggap band plat merah. Tak lagi gahar bersuara untuk kaum marjinal.
Tapi kemudian, Slank menggebrak publik lewat lagu Republik Fufufafa, November 2025. Lagu tersebut isinya menyoroti kondisi moral, perjudian, narkoba hingga masalah pendidikan dan gizi.
Inilah yang kemudian membuat Slank, kembali dianggap bangkit dari tidurnya, kembali ke setelan Pabrik kalau kata netizen.
"Sebenarnya Slank enggak ke mana-mana kok, mereka aja yang berubah," kata Bimbim Slank ditemui di Gang Potlot, Jakarta Selatan.
Ridho Slank kemudian memberikan bukti bandnya Slank tetap menyuarakan kritik pemerintah, bahkan di masa kepemimpinan Jokowi.
"Kalau kata gue, kalian jangan nulis 'setelan pabrik', berati kalian nggak ngerti Slank,"kata Ridho memulai penjelasan.
Ridho mengatakan, Slank pernah mengeluarkan album 'Pala Lu Peyang' di 2017. Isinya menurut Ridho juga berisi soal kritik pemerintah.