Chappy Hakim: Maskapai Tak Bisa Majukan Jadwal Seenaknya

Doddy Rosadi

Senin, 05 Januari 2015 | 10:00 WIB
Chappy Hakim: Maskapai Tak Bisa Majukan Jadwal Seenaknya
Chappy Hakim. (Twitter)

Suara.com - Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 masih belum diketahui. Sejumlah spekulasi yang muncul mengungkapkan pesawat itu jatuh karena cuaca buruk. Ada juga yang mengatakan pesawat berhasil mendarat di laut namun terkena ombak besar.

Pengamat penerbangan yang juga mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Chappy Hakim mengatakan, belum bisa diketahui penyebab jatuhnya AirAsia QZ8501 hingga kotak hitam ditemukan. Chappy mengungkapkan, keputusan manajemen AirAsia yang memajukan jadwal penerbangan 2 jam sebagai sesuatu yang tidak biasa di industri penerbangan. Berikut perbincangan suara.com dengan Chappy Hakim yang dilakukan akhir pekan lalu.

Dari sejumlah data yang sudah terungkap ke publik, apakah sudah bisa diketetahui penyebab jatuhnya AirAsia QZ8501?

Saya tidak bisa menduga dan juga berspekulasi tentang penyebab jatuhnya pesawat AirAsia itu karena data-data yang beredar ke publik itu kan belum tentu benar. Kalau mau berspekulasi minimal harus ada data resmi yang bisa dijadikan referensi dan saya tidak punya data tersebut.

Informasi terakhir menyebut AirAsia QZ8501 tidak mengambil laporan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum lepas landas, apakah hal seperti ini sering terjadi?

Saya tidak tahu apakah itu sering terjadi atau tidak terjadi. Yang pasti, prosedur penerbangan itu dua jam sebelum terbang harus mengambil laporan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Pilot itu biasanya mengisi flightplan. Dalam proses pengisian flightplan itu dilakukan pilot briefing yang biasanya diperlihatkan foto satelit dan juga ramalan cuaca. Setelah dibriefing biasanya flightplan itu akan ditandatangani dan satu copy diberikan kepada pilot untuk dibawa. Prosedurnya seperti itu.

Jadi pengisian flightplan itu prosedur tetap yang harus dilakukan oleh semua pilot yang akan menerbangkan pesawat?

Iya, itu wajib  dilakuan karena itu standard procedure.

Apabila ada pilot yang tidak melakukan SOP tersebut apakah pesawat tetap diizinkan untuk terbang?

Soal izin terbang itu beda masalah lagi karena terkait penegakan aturan, pengawasan dan itu kompleks. Pilot itu kan diawasi oleh instruktur atau pengawas senior atau pejabat di maskapai penerbangan tempat pilot itu bekerja. Maskapai diawasi oleh Kementerian Perhubungan, itu ada jenjang-jenjang dan sektor pengawasan. Jadi itu yang harus dipertanyakan kalau benar pilot AirAsia QZ8501 tidak mengambil laporan cuaca dari BMKG.

Sejumlah media asing mempertanyakan keputusan AirAsia untuk memajukan 2 jam penerbangan QZ8501 karena ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak lazim. Apakah anda setuju dimajukannya penerbangan 2 jam sebagai hal yang tidak biasa di industri penerbangan?

Yang saya tahu, penerbangan yang sudah terjadwal itu tidak bisa dimajukan kecuali ada alasan yang bisa diterima. Makanya dibuat jadwal penerbangan yang harus ditepati dan jadwal tersebut tidak bisa dimajukan seenaknya saja. Harus ada alasan yang bisa diterima apabila maskapai memajukan jadwal penerbangan.

Alasan seperti apa yang bisa diajukan maskapai penerbangan untuk memajukan jadwal penerbangan?

Kalau cuaca jelek, jadwal penerbangan bisa dimajukan. Kalau pesawat rusak juga bisa yang penting alasannya harus masuk akal. Prinsipnya jadwal penerbangan yang sudah dibuat harus on time.

Informasi yang kami terima, AirAsia sudah mengumumkan pengunduran jadwal QZ8501 sejak Oktober lalu. Apakah ini bisa dilakukan?

Saya tidak tahu karena saat ini banyak yang sudah berubah. Ada penerbangan low cost yang saya tahu mereka memperhitungkan waktu dan juga jumlah penumpang sebelum terbang. Tetapi yang pasti adalah penerbangan yang sudah terjadwal itu harus terbang sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat.

Apabila cuaca buruk, apakah pilot bisa membatalkan penerbangan?

Kalau menurut pertimbangan pilot pesawat tidak bisa terbang karena cuaca buruk maka pilot harus menolak untuk terbang. Itu namanya pilot discretion, pada keadaan tertentu di mana ada situasi yang membahayakan maka pilot harus utamakan keselamatan penerbangan. Jadi keputusan untuk menerbangkan atau tidak menerbangkan pesawat ada di tangan pilot.

Apakah pernah terjadi maskapai penerbangan memaksa pilot untuk menerbangkan pesawat meski cuaca buruk?

Saya tidak tahu apakah itu pernah terjadi tetapi yang saya dengar Adam Air pernah melakukan itu, tapi itu hanya yang saya dengar saja.

Ketika sudah di udara dan pilot melihat cuaca semakin buruk, apa prosedur yang harus dilakukan oleh pilot?

Itu semua tergantung pada flightplan yang sudah diberikan kepada pilot. Di flightplan itu disebutkan kalau cuaca buruk dan tidak bisa mendarat di tempat tujuan maka ada tempat mendarat alternatif yang sudah ditetapkan. Tetapi yang pasti tidak ada emergency landing karena itu tidak termasuk dalam flightplan. Namanya emergency maka tidak ada di dalam perencanaan. Yang ada adalah rencana apabila menghadapi situasi yang emergency.

Saat menghadapi situasi emergency apakah pilot harus langsung menekan tombol distress signal?

Kalau pilot menghadapi situasi yang tidak biasa atau bahaya maka hanya ada tiga yang bisa dikerjakan. Dia harus menerbangkan pesawat dan menavigasi ke mana pesawat harus diarahkan serta mengkomunikasikan peristiwa yang terjadi di pesawat. Jadi prioritas utama pilot adalah menyelamatkan penumpang terlebih dahulu apabila menghadapi bahaya.

ATC memerlukan waktu 2 menit untuk menjawab permintaan pilot AirAsia yang ingin naik ke ketinggian 38 ribu kaki. Apakah waktu 2 menit tersebut terlalu lama atau sesuai dengan standar?

Respon itu tergantung dari air traffic controller, ketika pilot meminta naik ke ketinggian 38 ribu kaki maka air traffic controller tidak bisa langsung menjawab permintaan itu. Dia harus lihat di radar apakah ada pesawat lain di titik ketinggian itu. Kalau tidak ada maka pilot diizinkan untuk menaikkan ketinggian dan itu perlu waktu. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menjawab permintaan tergantung dari kualifikasi controller dan juga peralatan yang dimiliki. Selain itu juga jumlah frekwensi penerbangan di waktu yang sama.

Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari tragedi yang menimpa AirAsia QZ 8501?

Setiap terjadi kecelakaan maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengkaji dengan tujuan untuk introspeksi. Karena kecelakaan itu terjadi di wilayah udara kita dan di daerah tempat kita memberikan pelayanan udara. Jadi kita bertanggung jawab setiap ada kecelakaan di wilayah udara kita. Apa benar kecelakaan terjadi karena kesalahan air traffic controller atau kesalahan meteorologi atau pilot, itu harus ditemukan data-data yang lebih lengkap. Data yang paling lengkap ada di kotak hitam tetapi sebelum kotak hitam ditemukan maka tiap orang harus mencoba semaksimal mungkin untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tujuannya kalau kita melakukan introspeksi maka itu suatu langkah positif agar bisa mencegah terjadinya kecelakaan lagi.

Ada banyak kecelakaan pesawat yang terjadi di sepanjang 2014, apakah pesawat udara masih menjadi moda transportasi teraman di dunia?

Kecelakaan pesawat di dunia itu menurun karena perhatian dunia terhadap faktor keselamatan penerbangan berhasil meningkatkan banyak hal. Teknologi lebih maju, koordinasi lebih tinggi dan pesawat juga lebih modern. Kalau terjadi kecelakaan, itu tidak bisa dilakukan apa-apa. Tidak ada alasan untuk takut naik pesawat udara karena probabilitas terjadinya kecelakaan pesawat itu sangat kecil. Rasio kecelakaan pesawat itu 1:1.000.000 per keberangkatan. (Doddy Rosadi/Laban Laisila)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

The Last Interview Tayang November, Wawancara Kerja Jadi Penuh Ketegangan

The Last Interview Tayang November, Wawancara Kerja Jadi Penuh Ketegangan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:00 WIB

Takut Coba Hal Baru, Intip Tips Winter aespa Memotivasi Diri Sendiri

Takut Coba Hal Baru, Intip Tips Winter aespa Memotivasi Diri Sendiri

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:20 WIB

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 19:00 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Langit Jakarta, AirAsia Ambil Langkah Darurat

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Langit Jakarta, AirAsia Ambil Langkah Darurat

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 13:25 WIB

Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran

Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:35 WIB

Pertaruhan 2029: Sanggupkah Makan Gratis Prabowo Menahan Laju Korupsi?

Pertaruhan 2029: Sanggupkah Makan Gratis Prabowo Menahan Laju Korupsi?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 14:55 WIB

Antara Meja Perundingan dan Genosida: Menanti Bukti Nyata Diplomasi Prabowo

Antara Meja Perundingan dan Genosida: Menanti Bukti Nyata Diplomasi Prabowo

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 11:10 WIB

Review Hambalang 6,5 Jam: Ketika Najwa Shihab dan Chatib Basri Diskusi Maraton Bareng Presiden

Review Hambalang 6,5 Jam: Ketika Najwa Shihab dan Chatib Basri Diskusi Maraton Bareng Presiden

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 09:54 WIB

Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari

Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:58 WIB

Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern

Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×