SuaraBandung.id - Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengatakan jika Irjen Ferdy Sambo menjanjikan uang miliaran untuk menutup kasus pembunuhan Brigadir J.
Deolipa Yumara mengatakan, Bharada E yang menjadi eksekutor atas perintah Ferdy Sambo, dijanjikan uang Rp1 miliar.
Tentang mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menjanjikan uang miliaran itu diungkap Deolipa Yumara kepada wartawan di Depok, Sabtu (13/8/2022).
Irjen Ferdy Sambo akan mencairkan uang miliaran tersebut jika kasus pembunuhan Brigadir J sudah berstatus Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3, berdasarkan kronologi awal tembak-menembak.
Deolipa mengatakan, iming-iming uang miliaran itu diungkap setelah kejadian, ketika Irjen Ferdy Sambo mulai merasa aman dengan cerita skenario pertama.
"Itu (iming-iming) setelah kejadian (pembunuhan Brigadir J) ya setelah atur-atur skenario pertama, ketika sudah mulai aman," kata Deolipa.
Saat itu Bharada E, Kuwat, dan RR bertemu Irjen Ferdy Sambo dan istrinya. "Dipanggillah si Bharada E, si Kuwat (KM) kemudian si RR ketemu Sambo sama Putri menjanjikan uang Rp1 miliar," terang Deolipa.
Tentang janji dari Ferdy Sambo diketahui Deolipa dari pengakuan Bharada E saat jadi kuasa hukumnya.
Bharada E ketika itu menjelaskan janji akan diberikan uang tersebut kepada dirinya dengan disaksikan koleganya kuasa hukum lain, Burhanuddin.
"Ini ucapan Bharada E ke saya. (Janji diberi uang) ada saksinya si Burhanuddin. Dua saksi itu cukup, satu saksi dalam hukum itu bukan saksi," tegas Deolipa.
Tentang janji Ferdy Sambo itu ternyata bukan hanya Bharada E saja. Sopir KM dan Bripka RR masing-masing akan dijanjikan Rp500 juta dalam bentuk dolar.
"Uang Rp500 juta untuk Kuwat dan Rp500 juta untuk Ricky dalam bentuk dolar," ujar Deolipa.
Seperti diketahui, jika dalam kasus ini Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka atas penembakan Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo yang disebut Kapolri sebagai dalang, Bharada E, kemudian asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal.
Atas kematian Brigadir J ini, Polri memastikan bahwa tidak ada peristiwa tembak-menembak.