"Besoknya, tanggal 8 mereka balik. Nyampe di Jakarta, tahu-tahu sudah menunggu si bapak (Ferdy Sambo) di rumah," katanya.
"Padahal harusnya di kantor karena ini jam kantor toh. Harusnya sebagai Kadiv Propam ada di kantor, ternyata sudah menunggu di rumah," ucapnya.
Kemudian, saat semua masuk ke rumah dan selesai membereskan barang-barang, Brigadir J pun diduga disiksa dan ditembak hingga mendapatkan banyak luka di tubuhnya.
"Kemudian diduga disiksa lah ini, dipatah-patahin jari-jarinya, kakinya, tangannya, kemudian bahunya diduga dihajar jadi luka menganga di sana," ucap Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan.
Setelah itu jelas Kamaruddin Simanjuntak, ada rentetan tembakan ke tubuh Brigadir J.
"Ditembak dari sini (bawah dagu) tembus ke bibir bawah. Ada juga ditembak dari belakang tembus ke hidung depan" katanya.
"Ditembak itu dadanya lurus ke belakang, kemudian ada Luka di sini di lipatan kaki ini sampai ada rembesan darah," ucapnya.
"Kemudian di kaki sini, kemudian di kaki sini, kemudian di bahu kanan kiri semua banyak kali luka," tuturnya.
"Menurut penerangan karopenmas Polri, dia hanya ditembak lima kali, kena empat. Kenapa lukanya lebih dari 10?," kata Kamaruddin Simanjuntak bertanya seperti dikutip dari kanal Youtube metrotvnews, Minggu, 14 Agustus 2022.
Ada apa di Magelang
Lokasi kebersamaan Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J di Magelang tak luput dari target timsus untuk melakukan penyidikan di sana.
Seperti diketahui jika Ferdy Sambo bersama keluarga serta Bharada E dan Brigadir J bersama-sama pada Kamis (7/8/2022) atau sehari sebelum terjadinya pembunuhan sadis di Duren Tiga Jakarta.
Mereka kabarnya merayakan pesta pernikahan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang.
Dari kediaman Ferdy Sambo di Magelang, kabarnya benih permasalah muncul, hingga akhirnya terjadi penembakan Brigadir J di Duren Tiga pada Jumat, (8/8/2022)
Dikutip dari Suara.com, tim khusus (timsus) bentukan Polri, sedang bertolak ke Magelang untuk melakukan penyidikan kematian Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat.