Ajudan Lancang Perkosa Istri Jenderal meski Banyak Orang, LPSK Tanyakan Kenapa Putri Tidak Teriak

Suara Bandung Suara.Com
Senin, 05 September 2022 | 07:41 WIB
Ajudan Lancang Perkosa Istri Jenderal meski Banyak Orang, LPSK Tanyakan Kenapa Putri Tidak Teriak
Beda penilaian Komnas HAM dan LPSK, mana lebih masuk akal. (YouTube/POLRI TV RADIO)

Suara.Bandung.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang diakui istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi semakin janggal saja.
 
Meski Komnas HAM dan Komnas Perempuan memberikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti karena menilai ada dugaan pelecehan seksual, akan tetapi hal itu dinilai janggal oleh LPSK.
 
Seperti diketahui jika hasil rekomendasi Komnas HAM terkait penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J adalah meminta polisi menyelidiki dugaan pelecehan.
 
Dugaan pelecehan seksual ini menjadi narasi awal istri Ferdy Sambo, di mana Brigadir J melakukan hal terlarang itu di Magelang, bukan di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
 
Apa yang dikemukakan Komnas HAM justru berbeda dengan pandangan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang menyebut justru ada yang janggal.
 
Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi lantas menjabarkan tentang beberapa kejanggalan atas dugaan asusila di Magelang. 
 
Seperti kesaksian para tersangka, terutama Kuat Maruf yang merupakan sopir jenderal, jika di rumah Magelang ada dirinya, Susi, istri Ferdy Sambo, dan Brigadir J.
 
Sementara Bripka RR dan Bharada E yang juga jadi tersangka ada di luar rumah.
 
LPSK menilai, jika terjadi pelecehan, di rumah tersebut masih ada sosok Kuat Ma'ruf dan Asisten Rumah Tangga (ART), Susi.
 
Melihat itu, LPSK menilai kecil kemungkinan Brigadir J melakukan tindak pemerkosaan.
 
“Tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa (pelecehan),” jelasnya.
 
Kemudian jika benar terjadi pelecehan, sama sekali tidak ada terdengar teriakan dari istri Ferdy Sambo.
 
“Kalaupun terjadi peristiwa, kan si ibu PC masih bisa teriak,” kata Edwin, saat dikonfirmasi Minggu (4/9/2022).
 
LPSK juga melihat dari kacamata relasi antara istri Ferdy Sambo dan Brigadir J, sangat jauh berbeda. 
 
Dari konteks relasi kuasa, tidak terpenuhi lantaran Brigadir J merupakan anak buah dari Ferdy Sambo, sementara Putri adalah istri dari seorang jenderal.
Seseorang Ketika akan melakukan niat jahat melakukan tindak perkosaan, akan selalu berpikir tidak ada saksi, agar dominasi kekuasaannya bisa memperdaya korban.
 
“PC (Putri Candrawathi) adalah istri jendral (Ferdy Sambo). Ini dua hal yang biasanya terpenuhi dalam kasus kekerasan seksual. Pertama relasi kuasa, kedua pelaku memastikan tidak ada saksi,” jelasnya.
 
Umumnya korban pelecehan tidak akan mau bertemu dengan pelaku pelecehan. Kemudian, korban pelecehan juga akan berontak dan meminta perlindungan hukum atau ingin melapor pada polisi.
 
Edwin lantas melihat jika benar ada tindakan asusila yang dilakukan Brigadir J kepada Putri, logisnya tidak mungkin korban pelecehan mau berhadapan langsung dengan pelaku pelecehan.
 
Sementara dari kesaksian istri Ferdy Sambo dan Kuat Maruf, pelecehan itu baru saja terjadi.
 
Kemudian saat rekonstruksi, istri Ferdy Sambo sempat bertanya keberadaan Brigadir J pada Bripka RR.
 
“PC (Putri Candrawathi) masih bertanya kepada RR ketika itu di mana Yoshua, jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual tapi korban masih tanya di mana Yoshua,” tuturnya.
 
“Dan kemudian Yoshua (Brigadir J) dihadapkan ke ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang itu di kamar dan itu kan juga aneh seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya,” katanya
 
“Apalagi, misalnya pemerkosaan atau pencabulan. Yang lain itu Yoshua (Brigadir J) sejak tanggal 7 sampai tanggal 8 sejak dari Magelang sampai Jakarta masih satu rumah dengan PC,” imbuhnya.
 
Dari sana, Edwin menilai jika benar ada pelecehan yang dilakukan Brigadir J, tapi mengapa Putri yang dikatakan menjadi korban terlihat seakan “baik-baik” saja saat terus berhadapan dengan J yang disebut pelaku.
 
“Korban yang punya lebih kuasa masih bisa tinggal satu rumah dengan terduga pelaku,” katanya. 
 
“Ini juga ganjil, janggal. Lain lagi J masih dibawa oleh ibu PC ke rumah Saguling. Kan dari Magelang ke rumah Saguling,” imbuh dia.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI