Jenderal Dudung Berpotensi Gantikan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Reaksi Presiden Mengangguk-angguk

Suara Bandung | Suara.com

Rabu, 14 September 2022 | 12:11 WIB
Jenderal Dudung Berpotensi Gantikan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Reaksi Presiden Mengangguk-angguk
Kolase foto KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (antara/@jokowi)

SuaraBandung.id – Pengamat militer dan pertahanan, Selamat Ginting  melihat
masa bakti Jenderal Andika Perkasa sebagai prajurit TNI akan berakhir pada 21 Desember 2022. 
 
Namun menurut Ginting, masa jabatan Andika Perkasa sebagai Panglima TNI bukan berarti berakhir sesuai dengan akhir masa pensiunnya. 
 
Kemungkinan proses pergantian Panglima TNI dinilai Ginting bisa dipercepat di bulan Oktober 2022. 
 
Proses percepatan masa jabatan Panglima TNI ini pernah terjadi pada masa 
Gatot Nurmantyo.
 
Ketika itu pergantian posisi Panglima TNI dari Jenderal Gatot, tiga bulan lebih cepat dari masa pensiunnya.
  
"Bukan tidak mungkin Jenderal Andika Perkasa mengalami percepatan selesainya jabatan (sebagai Panglima TNI),” kata Ginting dikutip dari YouTube Hersubeno Point.
 
“Bisa saja kalau melihat peristiwa Gatot Nurmantyo yang tiga bulan, Oktober ini menjadi penentu,” kata Ginting menambahkan.
 
Jika Jenderal Andika Perkasa diganti sebagai Panglima TNI, maka siapakan penggantinya?
 
Ginting mengatakan sebagai pengganti ada tiga kepala staf angkatan yang saat ini masih menjabat dengan masa pensiun yang masih lama. 
 
Dikatakan Ginting, solusi potong generasi di tubuh TNI sangat kecil kemungkinan terjadi. 
 
Hal itu dikarenakan saat ini terjadi surplus kolonel dan perwira tinggi di tubuh TNI. 
 
"Jadi ada 150 perwira tinggi ditambah 500 kolonel. Kalau dilakukan potong generasi tidak menyelesaikan masalah malah menambah panjang daftar surplus jenderal jadi itu keputusan tidak bijak," ujar Ginting.
 
Ginting berkeyakinan untuk calon pengganti Andika Perkasa adalah kepala staf yang sedang menjabat saat ini.
 
Mereka yang saat ini masih menjabat di antaranya adalah KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, KSAL Laksamana Yudo Margono, dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang kebetulan ketiganya alumni abituren 1988.
 
Cuma yang membedakan adalah posisi Fadjar dan Dudung 88 B dan Yudo lebih senior 88 A. "Saya kira tidak akan lepas dari situ," tuturnya.
 
Namun, berkaca pada tradisi dari era SBY dan Jokowi itu, Ginting melihat Presiden lebih mempercayakan jabatan Panglima TNI ke KSAD dari pada KSAL dan KSAU.
 
Hal itu kemungkinan bisa terjadi Kembali dengan pertimbangan eskalasi politik nanti.
 
"Mungkin menghadapi eskalasi politik yang semakin panas. Sekarang hampir setiap hari ada demo penolakan kenaikan harga BBM ini akan panas terus jadi sangat mungkin akan terjadi pergantian di elit militer dalam bulan Oktober," paparnya.
 
"Saya memperkirakan Angkatan Laut akan kehilangan kesempatan lagi untuk menjadi Panglima TNI,” katanya. 
 
“Karena memang ini hak prerogatif presiden bukan persoalan giliran atau rotasi Angkatan,” jelasnya. 
 
“Jadi saya melihat peluang Dudung Abdurachman jauh lebih besar daripada Yudo Margono dan Fadjar Prasetyo," tutur Ginting.
 
Apalagi dalam hal lain, Ginting melihat kalkulasi politik Presiden Jokowi dalam memilih seseorang untuk mengisi jabatan, lebih suka melihat dari faktor kedekatan.
 
Begitupun dengan pemilihan Panglima TNI, Jokowi akan memilih pada aspek kedekatan dan ketegasan.
 
Kemungkinan, Ginting melihat jika faktor kedekatan itu ada pada sosok Jenderal Dudung. 
 
Hal itu bisa dilihat saat Dudung memberikan sambutan pada acara silaturahmi nasional purnawirawan AD di Sentul.
 
Dudung menegaskan akan bersikap tegas, bahkan berani bersikap keras dalam menghadapi ancaman nyata, yaitu Papua.
 
"Tegas di depan Presiden, bagaimana reaksi Presiden mengangguk-angguk tanda kemudian menyetujui apa yang akan dilakukan Jenderal Dudung kalau ia menduduki posisi Panglima TNI,” katanya. 
 
“Saya kira Jokowi saat ini membutuhkan figur sangat tegas untuk memimpin TNI, dan figur lapangan itu ada pada profil Jenderal Dudung. Itu yang saya amati sampai peristiwa silaturahmi nasional PPAD di Sentul," ujar Ginting.
 
Sumber: SuaraLampung.id | YouTube Hersubeno Point

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib Jenderal Andika Perkasa Bisa Senasib dengan Gatot Nurmantyo, Jabatan Panglima TNI Dipercepat Lagi?

Nasib Jenderal Andika Perkasa Bisa Senasib dengan Gatot Nurmantyo, Jabatan Panglima TNI Dipercepat Lagi?

| Rabu, 14 September 2022 | 11:41 WIB

'Seksinya' Istri Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Surat Cinta Deolipa Yumara untuk Jokowi dan Kapolri: Dua Nama Jenderal Copot dari Jabatan

'Seksinya' Istri Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Surat Cinta Deolipa Yumara untuk Jokowi dan Kapolri: Dua Nama Jenderal Copot dari Jabatan

| Minggu, 11 September 2022 | 06:30 WIB

Hacker Bjorka Bikin Geger Istana, Sebut Dokumen untuk Jokowi Bocor, Orang Dalam: Penegak Hukum akan Memprosesnya

Hacker Bjorka Bikin Geger Istana, Sebut Dokumen untuk Jokowi Bocor, Orang Dalam: Penegak Hukum akan Memprosesnya

| Sabtu, 10 September 2022 | 12:13 WIB

Jenderal Dudung 'Ditelanjangi' Anggota DPR, Ternyata Ini Kebiasaan KSAD yang Dinilai Suka Bikin Heboh

Jenderal Dudung 'Ditelanjangi' Anggota DPR, Ternyata Ini Kebiasaan KSAD yang Dinilai Suka Bikin Heboh

| Jum'at, 09 September 2022 | 18:40 WIB

Terkini

FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal

FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:28 WIB

Misi Menyelamatkan APBN: Mengulik Potensi Pajak yang Hilang dari Program MBG

Misi Menyelamatkan APBN: Mengulik Potensi Pajak yang Hilang dari Program MBG

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Kapal Bawa 64 Wisatawan Karam di Pulau Salah Namo Sumatera Utara

Kapal Bawa 64 Wisatawan Karam di Pulau Salah Namo Sumatera Utara

Sumut | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Polisi Berdarah di Perlintasan Rel Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Polisi Berdarah di Perlintasan Rel Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:25 WIB

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:23 WIB

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:23 WIB

4 Tone Up Cream SPF untuk Kulit Sensitif Auto Cerah saat Lebaran Idulfitri

4 Tone Up Cream SPF untuk Kulit Sensitif Auto Cerah saat Lebaran Idulfitri

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:20 WIB

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:19 WIB

Terjebak Macet One Way di Bawah Terik Matahari, Bayi 11 Bulan Dievakuasi Polwan ke Posko

Terjebak Macet One Way di Bawah Terik Matahari, Bayi 11 Bulan Dievakuasi Polwan ke Posko

Jabar | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:18 WIB