SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya apakah tanda-tanda ikhlas pada seseorang itu merupakan ikhlas yang sesunggunhnya.
Jamaah itu mengatakan bahwa dalam suatu kajian pernah disebutkan ikhlas itu hanya Allah yang tahu, bahkan malaikat yang mencatat amal baik itu pun tidak tahu.
Jamah itu juga mendengar bahwa satu tanda ikhlas adalah tidak membekasnya pujian dan cacian di dalam hati seseorang. Ia pun bertanya kepada Buya Yahya tentang masalah itu.
Buya Yahya kemudian menjawab, ia mengatakan bahwa sesungguhnya memang hanya Allah yang tahu tentang ikhlas atau tidaknya seseorang, karena itu merupakan urusan hati yang diterima oleh Allah.
"Cuman kita berusaha untuk ikhlas dengan cara-cara, dengan pemahaman, yaitu kita berbuat bagaimana kita memperbesar harapan, keyakinan, dan harapan dari Allah," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa cacian manusia tidak akan menjadikan seseorang yang ikhlas itu mengurangi kebaikan.
"kita perlu contoh ril ya, bagaimana (kalau) saya dicaci masih bisa berbuat baik, kalau kita ikhlas, karena sesuatu harapan, kita ndak perlu dengan cacian, rintangan, cacian itu termasuk rintangan lho ya," Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa tulus itu berarti tidak mengharapkan sanjungan dari orang lain, tetapi hanya karena Allah.
Ia kemudian mengatakan bahwa kita tetap harus mencari tanda-tanda untuk menguji apakah diri kita sudah ikhlas atau tidak.
Baca Juga: Makanan ini Memicu Usus Bocor, Begini Penjelasan dr. Zaidul Akbar
"Sekarang begini saja, kita berbuat baik terang-terangan, bisa ndak anda pastikan anda bisa melakukan sembunyi, sama paling tidak dengan terang-terangan," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya mengungkapkan apabila kita bisa beramal secara sembunyi-sembunyi tetapi sama seperti melakukannya secara terang-terangan maka bisa dikatakan bahwa kita melakukannya secara tulus.
"kemudian yang kedua tanda ikhlas yang sering disebutkan para ulama yang lainnya adalah disaat kita berbuat baik tidak dilihat oleh orang itu kita merasa senang, nah ini, paling tidak sama dengan disaat kita sedekah tadi dilihat orang," Buya Yahya menambahkan.
Buya Yahya mengingatkan agar terus berusaha dalam beramal sampai kita ikhlas ketika melakukan amal itu tanpa dilihat oleh orang lain.
"Yang tahu hanya Allah, kita mengusahakannya dan kita menghilangkan rasa senang disanjung orang, itu saja, sebatas itu, ini saja insya Allah semoga Allah memerikan keikhlasan dalam beramal karena Allah semuanya," pungkas Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan tentang keikhlasan seseorang itu dalam sebuah program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 22 September 2022.