Mulai dari nama Komjen Suyitno Landung yang pada tahun 2006 yang terbukti menerima suap Nissan X-trail saat menangani kasus pembobolan Bank Negara Indonesia.
Kemudian ada kasus pembobolan BNI yang diotaki Maria Pauliene Lumowa dan Adrian Waworuntu dengan kerugian negara mencapai Rp 1,2 triliun.
Setelah itu ada Brigjen Samuel Ismoko Adrian Waworuntu kabur dan menerima 10 travel cek senilai Rp 250 juta.
Tak kalah heboh adalah di kasus red notice Djoko Tjandra, yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo.
Keduanya dituding menerima uang dari membantu Djoko Tjandra.
Lain lagi dengan Irjen Djoko Susilo yang terseret kasus pengadaan kendaraan simulator ujian SIM tahun anggaran 2011 dengan kerugian negara mencapai Rp121 miliar.
Terakhir adalah calon Kapolri Komjen Susno Duadji.
Dia disebut menerima suap Rp 500 juta untuk percepatan penyidikan kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan Rp 4,2 miliar dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008.