SuaraBandung.id - Manusia tidak pernah mengetahui bagaimana cara mengelola nyawa untuk bisa menghidupkan badan.
Bahkan, sampai detik ini manusia tidak tahu kapan dirinya akan meninggal dunia.
Gus Baha dalam satu ceramahnya pernah mengatakan bahwa manusia tidak pernah tahu bagaimana manusia itu dihidupkan dan dimatikan oleh Allah.
Manusia pun tidak bisa memilih untuk lahir dari keluarga tertentu ataupun mati dalam keadaan tertentu.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Ngaji Official yang diunggah pada 4 Juli 2021, berikut ulasannya.
Gus Baha mengatakan bahwa kita tidak pernah tahu bagaimana cara mengelola nyawa kita. Organ dalam tubuh kita bergerak setiap saat tanpa kita perintahkan.
"Sebetulnya kita zaman hidup pun nggak tau cara ngelola nyawa kita. Ccara kerja jantung kita, cara kerja paru-paru kita, nanti setelah kita mati pun nggak tau caranya hidup," kata Gus Baha.
Kemudian Gus Baha mengungkapkan bahwa manusia terkadang mempertanyakan bagaimana dirinya dihidupkan dan dimatikan.
"Tapi anehnya kita (bertanya), masa menuso wis dadi lemah (masa manusia sudah jadi tanah) bisa hidup lagi. Memangnya kita sekarang bisa hidup karena kita," ungkap Gus Baha.
Lalu Gus Baha menjelaskan bahwa kita tidak bisa memilih bagaimana kita dihidupkan oleh Allah.
"Tau-tau ya hidup wis dadi anake wong melarat, elek (sudah jadi anaknya orang melarat, jelek). Orang lain ditegur (disebut) anake kiai, gus, mulyo. Kita ndak pernah bisa milih, milih bapak yo ora biso, ngerti-ngerti anake karmin, anake karlan, ya sudah ndak tahu," jelas Gus Baha.
Setelah itu, Gus Baha menegaskan kembali bahwa yang menghidupkan dan mematikan manusia adalah Allah. Manusia hanya perlu meyakini bahwa sifat Allah maha pengasih dan penyayang.
"Artinya gini, ya sudah ya Allah ketika saya hidup ya ndak tau kenapa saya hidup, pasti Engkau yang menghidupkan. Ketika saya mati juga nggak tau kenapa saya mati, pasti Engkau yang menghidupkan dan mematikan," ungkap Gus Baha.
"Maka saya akan baik-baik saja di akhirat, karena ketika di dunia Tuhannya ya Engkau, ketika di akhirat tuhannya Engkau, dan sifat engkau ndak akan berubah, tetep arhamur rahimin," pungkas Gus Baha.